Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin Yakin, Investor Negara Berkembang Pegang Kemenangan Biden dalam Pilpres AS

Keyakinan yang meningkat sekarang disebabkan karena investor merasa memiliki kejelasan lebih lanjut tentang hasil pemungutan suara pada 3 November 2020.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 10 Oktober 2020  |  06:32 WIB
Bursa MSCI Asia - Reuters
Bursa MSCI Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Investor pasar berkembang mulai memperhitungkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan umum bulan depan.

Sejumlah analis saham dan pasar modal melihat kemenangan ini dapat menciptakan keuntungan bagi pasar saham dan obligasi.

Citigroup mengatakan yang terburuk untuk aset negara berkembang telah berakhir dan Morgan Stanley bertaruh volatilitas akan mereda karena ada lebih banyak kejelasan tentang hasil pemungutan suara.

Pada hari Jumat (9/10/2020), peluang Biden untuk memenangkan Electoral College naik ke rekor 85,1 persen, menurut model perkiraan pemilu terbaru dari agregator jajak pendapat FiveThirtyEight.

"Kemenangan Biden seharusnya menjadi kabar baik bagi pasar negara berkembang jika itu berarti pendekatan multilateral, pendekatan yang lebih berbasis aturan untuk hubungan internasional," kata Marcelo Carvalho, Kepala Riset Pasar Berkembang Global di BNP Paribas di London.

Dia melihat kemenangan tersebut seharusnya mengurangi ketidakpastian kebijakan.

Indeks ekuitas negara berkembang MSCI Inc. mencapai tertinggi sejak Januari pada hari Jumat (9/10/2020), menandai kinerja mingguan terbaiknya.

Indeks Volatilitas ETF CBOE Pasar Berkembang, yang melacak volatilitas dalam acuan MSCI, turun 11 persen pada hari Jumat (10/10/2020) paling banyak dalam sebulan.

Sementara itu, indeks Bloomberg Barclays menunjukkan obligasi pemerintah dalam mata uang dolar membukukan kenaikan mingguan pertama mereka sejak awal September.

Ini berbeda dengan penghindaran risiko bulan lalu, ketika meningkatnya infeksi Covid-19 dan kampanye pemilu yang semakin tegang mendorong volatilitas dan membebani sentimen.

Eric Baurmeister, Kepala Utang Pasar Berkembang di Morgan Stanley Investment Management Inc. di New York, mengatakan keyakinan yang meningkat sekarang disebabkan karena investor merasa memiliki kejelasan lebih lanjut tentang hasil pemungutan suara pada 3 November 2020.

“Hal yang paling dibenci pasar adalah ketidakpastian,” kata Baurmeister dalam sebuah wawancara.

"Aset berisiko pasti merespons positif kepemimpinan Biden dan Harris yang meningkat."

Ahli Strategi Saham Morgan Stanley mengatakan kemenangan Demokrat dapat mendorong pergerakan pasar saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar saham investor saham Pilpres as 2020

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top