Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sambut Prospek Stimulus, Bursa Eropa Dibuka Menguat 0,7 persen

Indeks Stoxx Europe 600 dibuka naik 0,7 persen yang diikuti oleh penguatan indeks MSCI Asia Pacific sebesar 0,6 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  15:23 WIB
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. -  Bartek Sadowski / Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. - Bartek Sadowski / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa dibuka menguat seiring dengan optimisme investor terkait kemunculan paket stimulus baru dari Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (8/10/2020), indeks Stoxx Europe 600 dibuka naik 0,7 persen yang diikuti oleh penguatan indeks MSCI Asia Pacific sebesar 0,6 persen.

Pergerakan saham di Eropa ditopang oleh sentimen stimulus fiskal Amerika Serikat yang mulai menunjukkan titik terang. Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi mengisyaratkan prospek paket bantuan terhadap tagihan bantuan maskapai penerbangan mandiri dalam percakapan dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Rabu.

Pembahasan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump membatalkan pembicaraan paket stimulus yang lebih luas hingga setelah pilpres di negara tersebut rampung. Sejauh ini, jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga menempatkan Joe Biden diatas kandidat petahana, Donald Trump.

Pada hari ini, dua kandidat wakil presiden, Mike Pence dan Kamala Harris menghadiri debat yang membahas sejumlah topik seperti perekonomian dan respon AS terhadap pandemi virus corona.

“Ditengah sentimen debat dan stimulus fiskal, pertanyaannya saat ini adalah apakah pelaku pasar memberlakukan skenario “blue wave” dan apakah pasar optimistis hasil pemilu AS tidak akan dipermasalahkan oleh trump,” jelas head of research Pepperstone Financial, Chris Weston.

Sementara itu, pertemuan Federal Open Market Committee pada pertengahan September lalu menunjukkan bank sentral AS, The Federal Reserve bersedia mengubah atau menambah program pembelian obligasi ke depannya.

Di sisi lain, sejumlah negara terus menghadapi kenaikan jumlah kasus positif virus corona. Perancis melaporkan jumlah kenaikan kasus psoitif terbesar, sementara angka infeksi di Italia melesat ke posisi tertinggi sejak April lalu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan koktail antibodi yang dibuat oleh Regeneron menjadi kunci dalam pemulihannya dari Covid-19. Hal tersebut membuat saham perusahaan itu melesat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa bursa global stimulus as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top