Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bos Kalbe Farma: Harga Obat Covid-19 Antivirus Bisa Turun, Asalkan...

Jika volume penjualan meningkat, harga obat antivirus remdesivir bisa diturunkan oleh Kalbe Farma.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  12:55 WIB
Bos Kalbe Farma: Harga Obat Covid-19 Antivirus Bisa Turun, Asalkan...
Remdesivir

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. segera memasarkan obat antivirus Covifor atau Remdesivir dengan harga Rp3 juta per dosis.

Pemasaran itu dilakukan setelah Kalbe Farma melakukan kerja sama dengan perusahaan asal India Hetero yakni PT Amarox Pharma Global dalam upaya pengobatan pasien Covid-19 tahap kritis di Indonesia.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa produk ini sudah didistribusikan ke seluruh jaringan rumah sakit di seluruh Indonesia dengan harga yang cukup terjangkau.

“Harga sekitar Rp3 juta per pile (dosis), dan harga sangat tergantung dengan volume. Jika volumenya meningkat, harga bisa ditinjau kembali,” ungkap Vidjongtius dalam konferensi pers peluncuran obat Covifor di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Gilead Science Inc. pada Juni lalu mengumumkan harga obat antivirus Remdesivir ini dipasarkan dengan harga US$2.340 atau Rp33 juta per pasien untuk pengobatan selama 5 hari.

Adapun, Gilead memperluas voluntary non-exclusive license kepada Hetero untuk memproduksi dan mendistribusikan Remdesivir di 127 negara, termasuk Indonesia dalam rangka memperluas akses ke pengobatan Covid-19.

Sementara di India, Hetero adalah perusahaan pertama yang meluncurkan Remdesivir generik dan telah memasok sekitar 800.000 dosis obat untuk lebih dari 100.000 pasien di berbagai negara.

Selain itu, Hetero juga telah memasok Remdesivir ke Asia, Afrika, dan beberapa Negara Amerika Latin serta Commonwealth of Independent States (CIS), sebagaimana tercakup dalam perjanjian lisensi dengan Gilead.

Skema yang diambil emiten berkode saham KLBF dalam upaya pengadaan obat ini hanya sekedar pemasaran dan distribusi bekerjasama dengan Amarox Pharma Global, mengingat produksi obatnya sendiri berlangsung di fasilitas produksi induk usaha Amarox Pharma Global yakni Hetero di India.

“Untuk investasi, buat kami di Kalbe ini lebih kepada pengadaan barang impor dari India. Jadi kami tidak membatasi berapa investasi yang kami siapkan ini lebih kepada modal kerja,” paparnya.

Adapun, Hetero adalah perusahaan farmasi generik dan produsen obat antiretroviral terkemuka di India. Anak usahanya Amarox Pharma Global juga sudah menerima persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) untuk Remdesivir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi kalbe farma antivirus Virus Corona
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top