Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lo Kheng Hong Gembira Permohonan Pailit Global Mediacom (BMTR) Ditolak

Lo Kheng Hong masuk ke dalam daftar investor BMTR dengan total kepemilikan di atas 5 persen per 25 September 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 September 2020  |  20:15 WIB
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, menyambut gembira ditolaknya perhomohonan pailit yang diajukan oleh KT Corporation atas PT Global Mediacom Tbk. (BMTR).

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong masuk ke dalam daftar investor BMTR dengan total kepemilikan di atas 5 persen per 25 September 2020.

KSEI mencatat Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen BMTR hinga Jumat (25/9/2020). Porsi kepemilikan saham terbesar masih dipegang oleh PT MNC Investama Tbk. (BHIT) sebesar 6,16 miliar lembar atau 37,18 persen.

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan pailit yang diajukan KT Corporation kepada BMTR. Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum mengungkapkan hasil putusan itu lewat unggahan di sosial media pada Rabu (30/9/2020).

Perkara kepailitan itu didaftarkan pada 28 Juli 2020. KT Corporation dalam perkara itu diwakili oleh Warakah Anhar. Dalam permohonannya, Warakah meminta pengadilan menunjuk dan mengangkat tim kurator yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Hotman menegaskan permohonan pailit KT Corporation kepada Global Mediacom, induk dari MNC Group, ditolak pengadilan niaga. Tim berhasil menang melawan perusahaan Korea serta Amir Syamsuddin mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) periode 2011—2014.

“Saya sebagai pemegang saham Global Mediacom tentu saja sangat gembira dengan ditolaknya permohonan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Lo Kheng Hong kepada Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Pria yang mendapat julukan Warren Buffet Indonesia itu mengungkapkan yakin BMTR adalah perusahaan yang bagus dan murah ketika membeli saham perseroan. Selain itu, BMTR membukukan laba Rp551 miliar di tengah pandemi atau hingga Juni 2020.

“Kemarin saya membaca berita Scripps ingin membeli Ion Media stasiun TV seharga US$2,65 miliar punya Berkshire Hathaway perusahaan milik Warren Buffett,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham global mediacom lo kheng hong
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top