Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Reksa Dana Cetak Imbal Hasil Negatif, Cek Produk yang Masih Cuan

Dari empat reksa dana, hanya reksa dana pasar uang yang mencatatkan return positif pekan lalu.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 September 2020  |  13:06 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Mayoritas reksa dana mencatatkan imbal hasil negatif pada penutupan pekan lalu, seiring dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga negatif.

Berdasarkan publikasi mingguan Infovesta Utama, sepanjang periode 18 September 2020 hingga 25 September 2020, kinerja reksa dana saham dan campuran mencatatkan imbal hasil negatif masing-masing 1,73 persen dan 1,22 persen.

Kinerja kedua reksa dana ini terseret oleh pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu yang turun 2,24 persen. Adapun IHSG mengakhiri pergerakannya di level 4.945,79 pada penutupan akhir pekan lalu.

Selanjutnya, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga tercatat negatif 0,05 persen. Di periode yang sama indeks obligasi pemerintah dan obligasi korporasi mencatat kenaikan kinerja masing-masing 0,14 persen dan 0,12 persen.

Sementara itu kinerja reksa dana pasar uang kembali menjadi satu-satunya reksa dana yang positif yakni 0,10 persen.

Jika dilihat sepanjang tahun berjalan (year to date) reksa dana saham masih menjadi yang paling dalam dengan kinerja -21,4 persen, diikuti oleh reksa dana campuran -12,19 persen, sedangkan reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang positif 4,41 persen dan 3,46 persen.

Berikut daftar produk reksa dana dengan return tertinggi sepanjang bulan berjalan (month to date):

Saham
Millenium MCM Equity Sektoral5,06 persen
PAN Arcadia Ekuitas Syariah Progresif4,24 persen
Post Indo Equity Fund2,92 persen

 

Campuran
Gemilang Solitice Indonesia Campuran2,36 persen
Cipta Dinamika1,68 persen
Suvorinvest Flexi Fund1,38 persen

Pendapatan Tetap
Pinnacle Dana Obligasi Unggulan5,92 persen
Simas Income Fund1,35 persen
PNM Amanah Syariah1,29 persen

 

Pasar Uang
Syailendra Money Market fund0,92 persen
Prospera Dana Lancar0,65 persen
BNI AM Dana Lancar Syariah0,56 persen

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top