Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melirik Reksa Dana Campuran, Kinerjanya Tak Kalah Menarik

Salah satu yang menarik yaitu, kondisi pasar obligasi yang ditopang tren suku bunga rendah saat ini membuat reksa dana campuran tidak terlalu tertekan oleh penurunan harga saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 September 2020  |  14:51 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Produk reksa dana campuran yang memiliki pilihan aset dasar lebih banyak dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya dapat menjadi pilihan bagi investor berprofil risiko sedikit lebih berani di masa pandemi.

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di masa depan seyogyanya akan membawa kinerja reksa dana campuran ikut reli. 

Sedangkan, kondisi pasar obligasi yang ditopang tren suku bunga rendah saat ini membuat reksa dana campuran tidak terlalu tertekan oleh penurunan harga saham.

Berdasarkan data Infovesta Utama per 18 September 2020, kinerja indeks reksa dana campuran tercatat minus 11,11 persen atau lebih baik ketimbang kinerja yang dicetak indeks reksa dana saham sebesar minus 23,94 persen.

Kendati demikian, kinerja indeks reksa dana campuran masih lebih rendah dibandingkan kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap sebesar 4,46 persen dan indeks reksa dana pasar uang sebesar 3,35 persen.

Pada saat bersamaan, berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia (IBPA) tercatat kinerja indeks obligasi Indonesia (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) menguat 7,87 persen year-to-date ke level 296,15 persen.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG anjlok 21,49 persen menjadi 4.945. Sejak menyentuh titik terendah 3.937 pada 24 Maret 2020, IHSG sudah bangkit 10,36 persen.

Adapun, reksa dana campuran memiliki underlying asset beragam mulai dari saham, surat utang, dan pasar uang. Porsi alokasi aset dari setiap aset dasar ini ditentukan tidak boleh melebihi 79 persen.

Top 10 Reksa Dana Campuran YTD

NoNama Reksa DanaReturn YTD (%)
1Victoria Mandiri Berimbang25,11
2SAM Mutiara Nusa Campuran23,53
3Mega Asset Madania Syariah12,41
4Simas Balance Syariah9,56
5Panin Dana Syariah Berimbang8,07
6Batavia Campuran Utama6,88
7Simas Balance Gemilang5,92
8Danamas Fleksi5,85
9HPAM Ultima Balance3,96
10Trimegah Balanced Absolute Strategy3,60

Sumber: pasardana.id per 27 September 2020

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG imbal hasil reksa dana
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top