Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Citigroup : Lupakan Eropa, Sekarang Saatnya Masuk ke Pasar Negara Berkembang

sejumlah indikator di Eropa turun pada September 2020 karena lonjakan kasus positif Covid-19. Hal itu membuat beberapa investor mulai meninggalkan bursa Eropa.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 25 September 2020  |  12:52 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Investor harus beralih ke aset di pasar negara berkembang atau emerging market dari pasar saham Eropa. Menurut Citigroup Inc., tren pemulihan ekonomi di negara berkembang bakal lebih cepat ketimbang di negara-negara maju.

Tim Strategis Citigroup Inc. yang termasuk Jeremy Hale menuliskan dalam laporan terbaru bahwa indikator ekonomi di Eropa kurang menjanjikan sementara di negara berkembang terlihat lebih kuat dalam hal pemulihan ekonomi di masa depan.

Dengan demikian, ekspektasi kenaikan pendapatan untuk emiten di Eropa yang lebih baik dibandingkan wilayah negara maju lainnya bisa saja tidak terealisasi.

“Menurut kami sangat beralasan untuk mengurangi risiko di negara maju yang memiliki prospek kurang baik karena indikator ekonomi menjadi negatif lagi khususnya di Eropa,” kata Tim Strategis Citigroup Inc., seperti dikutip Bloomberg, Jumat (25/9/2020).

Adapun, Citigroup Inc. menegaskan posisi overweight ke saham di Eropa tetapi menyatakan investor untuk merotasi portofolionya ke saham di emerging market mengingat tren pemulihan lebih cepat terjadi di luar Benua Biru.

Dari sisi makro ekonomi, sejumlah indikator di Eropa turun pada September 2020 karena lonjakan kasus positif Covid-19. Hal itu membuat beberapa investor mulai meninggalkan bursa Eropa. 

Indeks Stoxx Europe 600 pun turun lebih dari tiga persen selama dua bulan terakhir sementara indeks MSCI Emerging Markets tidak terlalu banyak berubah.

Citigroup Inc. mengatakan bahwa valuasi saham di negara berkembang kini lebih menarik dan tampaknya aliran modal masuk akan segera kembali. Adapun, daya tarik saham di negara berkembang juga semakin tinggi di tengah tren penurunan indeks dolar AS.

“Fundamental untuk dolar AS akan tetap tidak kuat untuk jangka menengah. Ini positif untuk aset berisiko di negara berkembang,” tulis Citigroup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia citigroup
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top