Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahkota Group (MGRO) Pacu Produksi CPO dan Produk Hilir

Per Agustus 2020, Mahkota Group (MGRO) telah memproduksi CPO sebesar 152.000 ton dan RBDPO sebanyak 11.000 ton.
Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk. Usli Sarsi memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (3/9/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk. Usli Sarsi memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (3/9/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan, PT Mahkota Group Tbk., akan menggenjot produksi di tengah kenaikan harga minyak sawit yang sempat menyentuh level 3.000 ringgit per ton.

Sekretaris Perusahaan Mahkota Group Elvi mengatakan bahwa perseroan akan terus mengenjot produksi baik minyak sawit atau crude palm oil (CPO) maupun produk turunannya, Refined, Bleached and Deodorized Palm (RBDPO) untuk dapat mencapai target yang sudah ditetapkan perseroan.

“Proyeksi produksi RBDPO sampai akhir 2020 berkisar 110.000 ton sedangkan untuk CPO 230.000 ton,” ujar Elvi kepada Bisnis, Selasa (22/9/2020).

Adapun, hingga Agustus 2020, emiten berkode saham MGRO itu telah memproduksi CPO sebesar 152.000 ton dan RBDPO sebanyak 11.000 ton.

Selain itu, MGRO akan memaksimalkan penjualan forward dengan membuka pasar lebih luas baik lokal maupun ekspor sehingga dapat mengantongi pendapatan lebih tinggi di tengah momentum kenaikan harga CPO global.

Untuk diketahui, berdasarkan data bursa Malaysia, pada perdagangan Selasa, (22/9/2020) harga CPO berjangka untuk kontrak teraktif, Desember 2020, berada di posisi 2.957 ringgit per ton, turun 1,66 persen atau 50 poin.

Harga telah berbalik melemah, setelah pada pertengahan perdagangan Senin (21/9/2020) sempat menyentuh level 3.104 ringgit per ton, level tertinggi dalam 9 bulan terakhir.

Namun demikian, harga CPO masih mencatatkan kinerja cukup impresif dengan berhasil meroket hingga 50 persen sejak menyentuh level terendahnya 1.946 ringgit per ton pada Mei 2020 akibat sentimen pandemi Covid-19.

MGRO optimistis kinerja keuangan pada paruh kedua tahun ini lebih baik dari semester sebelumnya, apalagi dengan penyerapan pasar, terutama untuk RBDPO, yang sangat baik untuk di pasar domestik maupun ekspor.

“Pangsa pasar [RBDPO] baik lokal maupun ekspor sangat baik karena merupakan bahan baku bagi pabrikan barang jadi,” papar Elvi.

Oleh karena itu, MGRO juga akan fokus untuk mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik refinery terbaru perseroan yang berada di Bengkalis, Riau pada sisa tahun ini.

Untuk diketahui, pabrik refinery anyar tersebut memiliki kapasitas produksi 1.500 ton per hari. Perusahaan asal Sumatra Utara itu, menargetkan jumlah produksi dari pabrik refinery sebesar 200.000 ton per tahun atau 548 ton per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper