Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uni Eropa Akan Terbitkan Green Bond Senilai 225 Miliar Euro

Penerbitan green bond dalam jumlah besar oleh UE dapat mengubah lansekap penerbitan obligasi di masa depan jika dilihat dari sisi pasar, pengembangan, dan upaya memerangi perubahan iklim.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 September 2020  |  14:24 WIB
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA – Uni Eropa berencana menerbitkan obligasi hijau senilai 225 miliar euro untuk mendanai paket pemulihan pascapandemi. Jumlah tersebut akan menjadikan UE sebagai kelompok dengan nilai penerbitan green bond terbesar di dunia.

Berdasarkan informasi Bloomberg, Uni Eropa akan menerbitkan obligasi hijau senilai 225 miliar euro atau setara dengan Rp3.944 triliun.

Head of Sustainable Fixed Income Hermes Fund Managers Ltd. Mitch Reznick mengatakan penerbitan green bond dalam jumlah besar oleh UE dapat mengubah lansekap penerbitan obligasi di masa depan jika dilihat dari sisi pasar, pengembangan, dan upaya memerangi perubahan iklim.

“Pandangan dari sisi value [nilai], penerbitan ini akan berguna untuk pendanaan tematik di mana value tidak menjadi pendorong utama,” kata Raznick.

Di Eropa, likuiditas obligasi hijau saat ini masih menjadi kendala. Menurut investor, obligasi hijau di pasar sekunder tidak likuid karena preminya yang tinggi. 

Bahkan, manajer investasi juga tidak ingin memegang obligasi hijau karena dari sisi harga kurang menarik.

Kendati demikian, UE tampaknya akan mengikuti Jerman untuk menerbitkan obligasi hijau dengan tenor yang berbeda-beda dalam rangka mendorong yield obligasi dan mendongkrak likuiditas.

Lama kelamaan, diharapkan obligasi hijau akan menjadi produk mainstream di pasar. Sejauh ini, permintaan terhadap aset hijau masih tinggi karena kepedulian terhadap lingkungan terus meningkat di negara maju. 

EVP European Green Deal European Commision Frans Timmermans mengatakan bahwa daya investor sangat besar untuk menyerap green bond. 

Hal itu pun bakal menjadi kesempatan besar bagi Benua Biru mewujudkan lingkungan yang bersih dengan proyek-proyek hijau.

Bulan ini, Jerman berhasil menerbitkan obligasi berorientasi lingkungan yang dibuktikan dengan oversubscribe sebesar lima kali.

“Permintaan akan terus melebihi penawaran dalam jangka pendek. Pertanyaan mengenai harga, kita baru akan mengetahuinya setelah market lebih seimbang,” kata Head of Sustainable Finance Deutsche Bank AG Trisha Taneja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi uni eropa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top