Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Menguat, Saham Keluarga Hartono Diburu Asing

Pada pukul 09.00 WIB, indeks naik 0,41 persen atau 20,99 poin menjadi 5.182,75. Investor asing tampak memburu saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan net buy Rp1,2 miliar awal pagi ini.
Dwi Niken Tari & Lorenzo A. Mahardika
Dwi Niken Tari & Lorenzo A. Mahardika - Bisnis.com 15 September 2020  |  09:05 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (15/9/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, indeks naik 0,41 persen atau 20,99 poin menjadi 5.182,75. Terpantau 155 saham menguat, 21 saham koreksi, dan 122 saham stagnan.

Investor asing tampak memburu saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan net buy Rp1,2 miliar awal pagi ini.

Sebagaimana diketahui, mayoritas saham BBCA dipegang oleh Bos Grup Djarum Budi Hartono dan Michael Hartono lewat entitas PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 54,94 persen. 

Dalam publikasi risetnya, MNC Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG selama beberapa hari terakhir mulai terbatas. Investor disarankan untuk mewaspadai potensi koreksi dalam waktu dekat.

Pada akhir perdagangan Senin (14/9/2020), IHSG ditutup di level tertingginya, 5.161,82 setelah menguat 145 poin atau 2,89 persen. Tercatat, sebanyak 357 saham menghijau, 115 melemah, dan 135 lainnya stagnan.

"Waspadai pergerakan IHSG yang kami perkirakan meskipun bergerak menguat namun cenderung sudah relatif terbatas, sekalipun mengalami overshoot kami perkirakan akan menuju fibo retracement di 78,6 persen (5.200-5.220)," tulis Tim Riset MNC Sekurtas lewat riset harian, Selasa (15/9/2020).
Investor diminta untuk waspada akan adanya koreksi pada IHSG ke arah 4.500-4.650, apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 4.753.

MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG pada hari ini berada pada level 4.879 dan  4.753. Sementara level resistance diperkirakan berada pada 5.220 dan 5.381.

Sementara itu, Bursa Asia kembali dibuka bervariasi setelah sempat memutus tren negatif yang telah berlangsung selama dua minggu beruntun ini pada Senin kemarin.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (15/9/2020),. Indeks Kospi Korea Selatan dibuka dengan kenaikan 0,3 persen. Kenaikan serupa juga dinikmati oleh pasar Australia pada indeks S&P/ASX 200.

Sementara itu, indeks Topix Jepang dibuka di zona merah setelah terkoreksi 0,5 persen. Sedangkan indeks berjangka S&P 500 naik tipis 0,1 persen hingga pukul 09.05 waktu Tokyo, Jepang.

Di Amerika Serikat, Indeks Nasdaq 100 berbalik menguat setelah sejumlah rencana akuisisi sejumlah perusahaan. Saham Oracle Corp melesat 4,3 persen setelah perusahaan tersebut dilaporkan selangkah lebih maju dari Microsoft Corp dalam negosiasi akuisisi operasi TikTok di Amerika Serikat.

Investor masih dilanda kekhawatiran setelah pasar modal mencatat pelemahan selama dua minggu beruntun di tengah volatilitas yang tinggi serta ketidakpastian terkait perkembangan vaksin virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bca budi hartono
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top