Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sido Muncul (SIDO) Umumkan Jadwal Stock Split Saham, Siap Borong?

SIDO menyatakan akan memulai perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Senin (14/9/2020) mendatang.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 08 September 2020  |  12:30 WIB
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengumumkan jadwal pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham atau stock split.

Melalui pengumuman perseroan di harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (8/9/2020), emiten berkode saham SIDO tersebut menyatakan akan memulai perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Adapun, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai akan berlangsung dua hari setelahnya yakni Rabu (16/9/2020).

Sementara, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada akhir pekan ini, Jumat (11/9/2020).

Manajemen menjelaskan, sehubungan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis (27/9/2020) lalu, pemegang saham menyetujui aksi korporasi tersebut dengan perubahan nilai nominal saham Rp100 per saham menjadi Rp50 per saham.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard menyampaikan sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2.

“Kita pecah dari satu menjadi dua, dari 15 miliar (jumlah saham yang beredar) menjadi 30 miliar,” kata Leonard dalam paparan publik perseroan yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut, Leonard menyampaikan tujuan perseroan melakukan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas.

“Tujuannya adalah meningkatkan likuiditas supaya banyak investor ritel lainnya bisa investasi di SIDO,” sambungnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham SIDO pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (8/9/2020) berada di level Rp1.410. Andaikata, harga saham SIDO masih berada di rentang harga tersebut hingga tiga hari ke depan, harga saham SIDO setelah stock split akan berada di level harga Rp700-an.

Saham SIDO memang bergerak cukup stabil meski pernah mencatatkan penurunan terdalam pada akhir Maret lalu pada level Rp905. Sepanjang tahun berjalan, harga saham SIDO sendiri sudah menguat 10,59 persen dibandingkan level pembukaannya awal tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham stock split sido muncul
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top