Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Manufaktur Melesat, Dolar AS Menguat

Pada perdagangan Rabu (2/9/2020) pukul 00.38 WIB, indeks dolar AS naik 0,18 persen atau 0,162 poin menuju 92,306.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 September 2020  |  00:49 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar AS menguat seiring dengan melesatnya data manufaktur Amerika Serikat yang mengindikasikan pemulihan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Pada perdagangan Rabu (2/9/2020) pukul 00.38 WIB, indeks dolar AS naik 0,18 persen atau 0,162 poin menuju 92,306, setelah dibuka di level 92,165. Sepanjang hari, DXY bergerak di rentang 91,74-92,385.

DXY merupakan perbandingan greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Besar bobot masing-masing mata uang ditentukan oleh Federal Reserve berdasarkan pengaruhnya terhadap perdagangan Amerika Serikat.

Bobot yang paling besar terhadap DXY adalah mata uang Euro (EUR) sebesar 57,6%, disusul yen (JPY) 13,6%, poundsterling (GBP) 11,9%, dolar Kanada 9,1%, krona Swedia 4,2%, dan franc Swiss 3,6%.

Mengutip Bloomberg, ukuran aktivitas pabrik atau Purchasing Manager's Index (PMI) meningkat menjadi 56 pada Agustus 2020 dari 54,2 pada Juli 2020, menurut data Institute for Supply Management, Selasa (1/9/2020).

Level di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan angka tersebut melampaui hampir setiap perkiraan dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom dan proyeksi median 54,8.

Purchasing managers group’s pembelian, yang melonjak lebih dari 6 poin, mencapai titik tertinggi sejak awal tahun 2004. Peningkatan pemesanan, bersama dengan penurunan persediaan, akan terus mendukung produksi. Ukuran keluaran ISM meningkat ke level tertinggi lebih dari dua tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as ekonomi as dolar
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top