Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Animo Investor Domestik Turut Dongkrak Kinerja IHSG

Pasar saham mulai kembali dilirik oleh investor seiring dengan penurunan suku bunga deposito sebagai dampak pemangkasan bunga acuan bank sentral. Imbal hasil saham dinilai lebih emnarik ketimbang suku bunga deposito.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  20:19 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Peningkatan likuiditas pasar saham dinilai menjadi salah satu penyebab indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu menguat signifikan sepanjang Agustus 2020.

Berdasarkan data Bloomberg IHSG ditutup di level 5238,49 per 31 Agustus 2020. Posisi tersebut menguat 1,72 persen dibandingkan dengan posisi 30 Juli 2020 di level 5.149,63

Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma menilai tren penguatan indeks acuan ini terus berlanjut dari bulan sebelumnya ditopang oleh peningkatan transaksi di pasar modal sepanjang Agustus.

Suria mengatakan, saat ini pasar saham mulai kembali dilirik oleh investor seiring dengan pemulihan pasar. Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan oleh saham dinilai lebih menarik dibandingkan deposito bank.

The Fed turunkan [suku bunga], BI juga. Jadi kecenderungannya imbal hasil [deposito] makin turun juga. Nah sekarang yang punya deposito, return-nya jadi semakin nggak menarik dan akhirnya mereka larinya ke saham,” tutur Suria kepada Bisnis, Senin (31/8/2020)

Suria menyebut investor lokal menjadi penggerak utama likuiditas di pasar saham, termasuk investor-investor baru. Dia menilai banyak investor yang akhirnya masuk ke pasar saham untuk memanfaatkan momentum harga saham yang masih banyak terkoreksi.

Dia mengungkapkan, pergerakan IHSG terbilang unik karena indeks tidak goyah kendati diterpa aksi jual asing. Menurut Suria, peran investor lokal, termasuk investor saham debutan punya andil dalam menjaga tren IHSG.

Adapun, untuk investor asing dia mengatakan saat ini masih memiliki kecenderungan untuk masuk di pasar lain seperti obligasi karena volatilitas di saham masih cukup tinggi. Namun, jika pasar saham mulai stabil diprediksi akan segera masuk.

Selain itu, optimisme akan perkembangan produksi vaksin Covid-19 juga turut menopang pergerakan IHSG sepanjang Agustus.

Suria memperkirakan tren pergerakan IHSG selama September masih akan positif. Dia menyebut belum ada sentimen lain yang memberikan pengaruh signifikan dan masih menunggu perkembangan vaksin. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kebijakan The Fed transaksi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top