Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Pemangkasan Suku Bunga Menyusut, Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Tertahan

Reksa dana pendapatan tetap yang tergambar dalam Infovesta Fixed Income Fund Index mencatatkan kinerja yang positif sepanjang periode 14—19 Agustus 2020, yakni 0,28 persen. Namun, potensi untuk penguatan kinerja lebih lanjut dinilai terbatas.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  13:32 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan kinerja reksa dana pendapatan tetap dinilai terbatas seiring dengan potensi penurunan suku bunga hingga akhir tahun yang makin mengecil.

Berdasarkan publikasi mingguan Infovesta Utama, reksa dana pendapatan tetap yang tergambar dalam Infovesta Fixed Income Fund Index mencatatkan kinerja yang positif sepanjang periode 14—19 Agustus 2020, yakni 0,28 persen.

Sementara jika dilihat sepanjang tahun berjalan, kinerja reksa dana pendapatan tetap paling moncer di antara reksa dana lainnya, yakni 4,88 persen. Namun, potensi untuk penguatan kinerja lebih lanjut dinilai terbatas.

Infovesta menilai dalam rangka melanjutkan peningkatan kinerja secara keseluruhan salah satu faktor pendukung utama adalah penurunan suku bunga lebih lanjut.

Akan tetapi, potensi penurunan suku bunga lebih lanjut sudah terbatas mengingat suku bunga acuan BI 7-DRRR telah dipangkas sebanyak 4 kali sepanjang tahun ini dan sudah mencapai level terendah setidaknya dalam 4 tahun terakhir di level 4 persen.

“Untuk pemangkasan lebih lanjut BI juga perlu menimbang apakah terdapat dampak yang signifikan terhadap sektor riil,” tulis Infovesta, seperti dikutip Bisnis, Senin (24/8/2020).

Di sisi lain, penguatan pasar obligasi saat ini masih didukung oleh investor lokal terutama oleh Bank Indonesia karena investor asing juga masih menahan diri untuk melakukan investasi di pasar obligasi Indonesia.

Hal itu tercermin pada kepemilikan SBN oleh asing hingga 18 Agustus 2020 turun sebesar Rp5,80 T secara month to date ke level Rp938,96 T. Di lain sisi, credit default swap (CDS) 5 years Indonesia yang menandakan premi risiko obligasi Indonesia justru terus mengalami penurunan mendekati level 100 yaitu 102.

Untuk itu, Infovesta menyarankan instrumen reksa dana pendapatan tetap bagi para investor dengan risiko moderat, mengingat potensi penurunan suku bunga yang terbatas.

Sementara bagi investor yang memiliki profil risiko agresif dapat mulai mengalihkan investasinya ke reksa dana jenis saham, apalagi earnings yield saham tercatat sebesar 8,3 persen, yang berada jauh diatas yield SBN tenor 10 tahun yaitu 6,73 persen.

Kemudian, bagi investor konservatif reksa dana pasar uang masih menjadi alternatif investasi yang menarik ditengah ketidakpastian ekonomi karena imbal hasil yang ditawarkan berpotensi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan suku bunga deposito.

Secara keseluruhan, jenis reksa dana lainnya juga sama-sama mencatatkan hasil positif. Kinerja mingguan reksa dana saham 0,64 persen, reksa dana campuran 0,51 persen, dan reksa dana pasar uang 0,07 persen.

Sementara jika dilihat sepanjang tahun berjalan, kinerja reksa dana pendapatan 4,88 persen, disusul oleh reksa dana pasar uang dengan kinerja 2,99 persen.

Adapun kinerja tahun berjalan reksa dana yang memiliki basis saham masih tercatat negatif. Kinerja reksa dana saham terpantau -20,61 persen dan reksa dana campuran tercatat -8,65 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga acuan reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top