Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Perkembangan Vaksin Covid-19, Saham KAEF dan INAF Terbang Lagi

Saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) naik 5,74 persen sedangkan saham PT Indofarma Tbk. naik 5,12 persen
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  09:28 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri) mendampingi Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir (kedua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Gao Qiang dalam penandatangan MoU kerja sama Biofarma dan Sinovac di Hainan, China, Rabu (20/8/2020) -  Istimewa
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri) mendampingi Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir (kedua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Gao Qiang dalam penandatangan MoU kerja sama Biofarma dan Sinovac di Hainan, China, Rabu (20/8/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Laju saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF) kembali moncer di awal perdagangan hari ini, Senin (24/8/2020). 

Berdasarkan data Bloomberg, saham KAEF naik 190 poin atau 5,74 persen di 15 menit awal perdagangan. Saham KAEF dibuka di posisi 3.400, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan terakhir di level 3.310.

Sepanjang perdagangan 15 menit, saham KAEF bergerak di rentang 3.360 hingga 3.590. Total volume transaksi mencapai 27,52 juta lembar dengan nilai Rp96,04 miliar.

Sementara itu, saham INAF naik 170 poin atau  5,12 persen ke level 3.490 Saham INAF dibuka di leve 3.400 atau lebih tinggi dari posisi penutupan terakhir di level 3.320. Total perdagangan saham INAF mencapai 8,69 juta lembar dengan volume 30,22 miliar.

Selain KAEF dan INAF, saham dua emiten farmasi lain juga menguat, yaitu PT Phapros Tbk. dan PT Pyiridam Farma Tbk. Kedua saham ini masing-masing naik 2,51 persen dan 2,07 persen.

Untuk diketahui, pergerakan saham KAEF dan INAF berkaitan dengan perkembangan vaksin Covid-19. Sejak induk usaha kedua perusahaan ini, yaitu PT Bio Farma (Persero) menggelar uji coba vaksin besutan Sinovac, saham KAEF sudah melesar 140,73 persen sedangkan saham INAF melonjak 175,52 persen.

Pekan lalu, Sinovac Biotech Ltd., produsen vaksin asal China menandatangani nota kesepahaman atau MoU lanjutan dengan PT Bio Farma (Persero) terkait kerja sama pengiriman vaccine bulk atau bulk vaksin

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 Erick Thohir menegaskan kerja sama PT Biofarma (Persero) dan Sinovac dalam pembuatan vaksin Covid-19 bukan sekadar transaksi dari sisi ekonomi, melainkan transfer teknologi maupun pengetahuan.

"Biofarma bekerja sama dengan Sinovac adalah kerja sama yang win-win (saling menguntungkan). Biofarma tidak tukang jahit, ada sebuah kesepakatan dengan Sinovac yang namanya transfer knowledge, transfer teknologi, ini yang perlu digarisbawahi," ujar Erick melalui keterangan resmi, Kamis (20/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofarma vaksin kimia farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top