Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dharma Satya Nusantara (DSNG) Siap Bangun Satu Lagi Pabrik Bio-CNG

Setelah merampungkan satu pabrik Bio-CNG, perseroan berencana membangun satu pabrik lagi pada tahun depan dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  20:18 WIB
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk., berencana akan membangun pabrik Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) selanjutnya, setelah merampungkan satu pabrik itu pada tahun ini.

Direktur Utama Perseroan Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo mengatakan bahwa perseroan berencana untuk membangun pabrik Bio-CNG berikutnya pada tahun depan dengan kapasitas yang jauh lebih besar daripada pabrik yang rampung dibangun tahun ini.

Hal itu seiring dengan pemanfaatan limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) dari 2 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 2x60 ton TBS per jam, sehingga penghematan biaya energi akan semakin signifikan.

Adapun, emiten berkode saham DSNG itu telah merampungkan  pabrik Bio-CNG dengan kapasitas 280 m3 per jam dan menghasilkan output listrik sebesar 1,2 Megawatt, yang berlokasi di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Pabrik itu dibangun sejak Desember 2018 dan sempat tertunda pembangunannya pada kuartal I/2020 seiring dengan pembatasan aktivitas keluar-masuk wilayah kebun akibat Pandemi Covid-19.

“Saat ini kami sedang dalam tahap finalisasi instalasi pabrik Bio-CNG tersebut dan ditargetkan akan segera commissioning pada September 2020,” ujar Andrianto dalam Press Conference Public Expose Live 2020, Senin (24/8/2020).

Untuk diketahui, pembangunan Bio-CNG Plant itu merupakan salah satu upaya perseroan menerapkan kebijakan sustainability dengan memberdayakan POME yang mengandung gas metana (CH4), sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

Di samping itu, melalui proses konversi gas metana menjadi energi listrik serta gas likuid dalam tabung atau Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG), pemanfaatan POME yang berasal dari 1 PKS dengan kapasitas 60 ton TBS per jam, akan menghemat penggunaan bahan bakar solar hingga 2 juta liter per tahun.

Selain itu, dengan pemanfaatan Bio-CNG ini, cangkang atau Palm Kernel Shell yang tadinya dijadikan bahan bakar pada Kernel Crushing Plant (KCP), dapat diproses menjadi biomas untuk di ekspor ke Jepang, sehingga menghasilkan tambahan pendapatan bagi Perseroan.

“Namun, pendekatan kami membangun pabrik ini bukan hanya untuk mengejar pendapatan, tetapi untuk mengurangi beban produksi yaitu dengan mengurangi ketergantungan bahan bakar solar perseroan,”papar Andrianto.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dharma satya nusantara
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top