Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap Terbitkan Global Bond Rp6,7 Triliun, Saham ASRI Menghijau

PT Alam Sutera Tbk. (ASRI) akan menerbitkan obligasi valas sebanyak-banyaknya US$450 juta atau setara dengan Rp6,74 triliun.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  11:07 WIB
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) menghijau seiring dengan rencana perseroan melakukan refinancing melalui obligasi.

Pada perdagangan Senin (24/8/2020) pukul 10.56 WIB, saham ASRI naik 2 poin atau 1,69 persen menjadi Rp120. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp1,89 miliar. Kapitalisasi pasar ASRI mencapai Rp2,36 triliun.

Sebagai informasi, ASRI berencana menerbitkan obligasi valas dengan nilai maksimum mencapai US$485 juta sebagai upaya refinancing utang perseroan.

Berdasarkan prospektus perseroan yang dikutip Senin (24/8/2020), perseroan akan menerbitkan obligasi valas sebanyak-banyaknya US$450 juta atau setara dengan Rp6,74 triliun, menggunakan kurs tengah Bank Indonesia 31 Desember 2019 yang digunakan dalam laporan keuangan, yaitu Rp13.901 per dolar AS.

Emiten berkode saham ASRI itu merencanakan tingkat bunga surat utang itu maksimum sebesar 13 persen yang akan diterbitkan di Singapore Exchange Securities Trading, Bursa Efek di Singapura.

Manajemen Alam Sutera Realty menjelaskan bahwa seluruh dana dari penerbitan itu akan digunakan untuk melunasi surat hutang 2021 dan surat hutang 2022 termasuk bunga dan biaya yang harus dibayar beserta harga penebusan yang relevan yang belum lunas.

Untuk diketahui, surat hutang 2021 merupakan global bond senilai US$115 juta dengan bunga 11,5 persen yang akan jatuh tempo pada 22 April 2021, sedangkan surat hutang 2022 adalah global bond senilai US$370 juta dengan bunga 6,625 persen yang jatuh tempo 24 April 2022.

Kedua surat hutang itu diterbitkan oleh entitas anak usaha perseroan, Alam Synergy yang dijamin oleh perseroan dan anak usaha penjamin tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alam sutera obligasi global emiten properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top