Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lepas 156 Juta Saham, Pinago Utama Incar Dana Segar Rp39 Miliar dari Aksi IPO

PT Pinago Utama Tbk. mengincar dana Rp39 miliar dari aksi Initial Public Offering (IPO) yang akan dicatatkan pada 31 Agustus 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Agustus 2020  |  15:54 WIB
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). - Bisnis/Abdurachman
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan perkebunan PT Pinago Utama Tbk. akan menawarkan saham di harga Rp250 dalam aksi Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan menawarkan 156,25 juta saham baru dengan nilai nominal Rp80 per saham. Perusahaan ini akan menawarkan perdana saham mereka di level Rp250.

Dengan demikian, Pinago Utama akan mengantongi dana segar senilai Rp39,06 miliar. Penawaran akan dilaksanakan pada 18, 19, dan 24 Agustus.

Sementara itu, masa penjatahan jatuh pada 26 Agustus dan tanggal pencatatan berlangsung pada 31 Agustus.

Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk. sebagai penjamin pelaksana efek. Sebagai informasi, perusahaan yang didirikan pada 1979 itu kini mengelola perkebunan seluas 17.656 hektare (ha), yang terdiri atas perkebunan kelapa sawit seluas 13.969 ha dan karet seluas 3.960 ha di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Untuk kelapa sawit, sekitar 81 persen dari areal kebun merupakan area tanaman menghasilkan. Perseroan memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit sebanyak 158.587 ton dari kebun inti dan kebun plasma atau meningkat 20 persen secara rata-rata tahunan (CAGR) selama 3 tahun terakhir.

Sementara itu, 77 persen dari areal kebun karet juga terisi tanaman yang menghasilkan dengan produksi lateks dan lump sebesar 3.658 ton atau turun 10 persen CAGR pada tahun lalu. Penurunan produksi karet disebut lebih karena dampak penyakit gugur daun fussicoccum yang melanda hampir seluruh perkebunan karet di Indonesia pada 2019.

Selain di perkebunan, Pinago Utama juga mengelola industri pengolahan kelapa sawit dan karet. Pabrik CPO milik perseroan memiliki kapasitas olah 120 ton TBS per jam dengan produksi CPO dan kernel pada tahun lalu masing-masing sebesar 94.436 ton dan 21.656 ton.

Selanjutnya, pabrik Crumb Rubber (CRF) memiliki kapasitas 6.000 ton per bulan dan pabrik Ribbed Smoke Sheet (RSS) memiliki kapasitas 600 ton per bulan. Produksi dari pabrik CRF dan RSS tercatat masing-masing sebesar 45.017 ton dan 2.471 ton pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo aksi emiten emiten perkebunan
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top