Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap IPO 31 Agustus, Ini Target Pinago Utama (PNGO)

Pinago Utama yang didirikan pada 1979 kini mengelola perkebunan seluas 17.656 hektare, yang terdiri dari perkebunan kelapa sawit seluas 13.969 hektare dan karet seluas 3.960 hektare.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 Agustus 2020  |  06:45 WIB
Pengunjung melintas di dekat Logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat Logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten sektor perkebunan PT Pinago Utama Tbk., siap melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO pada 31 Agustus 2020.

"Pencatatan efek perseroan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 31 Agustus 2020 dengan menggunakan kode PNGO," papar manajemen Bursa Efek Indonesia dalam keterangannya, dikutip Minggu (16/8/2020).

Pinago Utama yang didirikan pada 1979 kini mengelola perkebunan seluas 17.656 hektare, yang terdiri dari perkebunan kelapa sawit seluas 13.969 hektare dan karet seluas 3.960 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Untuk kelapa sawit, sekitar 81 persen dari areal kebun merupakan area tanaman menghasilkan. Perseroan memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit sebanyak 158.587 ton dari kebun inti dan kebun plasma atau meningkat 20 persen secara rata-rata tahunan (CAGR) selama tiga tahun terakhir.

Sementara itu, 77 persen dari areal kebun karet juga terisi tanaman yang menghasilkan dengan produksi lateks dan lump sebesar 3.658 ton atau turun 10 persen CAGR pada tahun lalu.

Adapun, penurunan produksi karet disebut lebih karena dampak penyakit gugur daun fussicoccum yang melanda hampir seluruh perkebunan karet di Indonesia pada 2019.

Selain di perkebunan, Pinago Utama juga mengelola industri pengolahan kelapa sawit dan karet. Pabrik CPO milik perseroan memiliki kapasitas olah 120 ton TBS per jam dengan produksi CPO dan kernel pada tahun lalu masing-masing sebesar 94.436 ton dan 21.656 ton.

Selanjutnya, pabrik Crumb Rubber (CRF) memiliki kapasitas 6.000 ton per bulan dan pabrik Ribbed Smoke Sheet (RSS) memiliki kapasitas 600 ton per bulan. Produksi dari pabrik CRF dan RSS tercatat masing-masing sebesar 45.017 ton dan 2.471 ton pada 2019.

Sebelumnya, Direktur Pinago Utama Meli Tantri menyampaikan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet serta industri penunjangnya tersebut membidik pertumbuhan sebesar 43 persen hingga 2024.

Untuk tahun ini, perseroan menargetkan total penjualan mencapai Rp1,9 triliun dan terus meningkat hingga Rp2,5 triliun pada 2024. Dari sisi laba ditargetkan sebesar Rp53 miliar.

Adapun penetapan target ini telah menghitung dampak pandemi Covid-19 terhadap kelangsungan usaha perseroan.

“Pertimbangannya karena sawit kami lebih dari 50 persen dari total areal sawit berada dalam usia produktif prima, sehingga kami targetkan dalam lima tahun ke depan growth sebesar 43 persen dari 2019,” ujar Meli dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan laporan keuangan per 2019, Pinago Utama membukukan penjualan senilai Rp1,78 triliun atau naik 5,32 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp1,69 triliun.

Selanjutnya, laba neto tahun berjalan mengalami penurunan 43,24 persen karena perubahan metode pembukuan menjadi Rp21 miliar pada 2019 dari tahun sebelumnya Rp37 miliar.

Sementara itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat naik 6,01 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp194 miliar pada 2019 dari sebelumnya Rp183 miliar. Adapun margin EBITDA pada 2019 dan 2018 tercatat sebesar 10,9 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo Pinago Utama
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top