Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelanggan Smartfren (FREN) Naik 46 Persen Jadi 26 Juta

Per 30 Juni 2020, Smartfren berhasil mencatatkan 26 juta pelanggan, jumlah ini naik 46 persen secara yoy dari posisi 17,8 juta pelanggan per 30 Juni 2019.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  19:51 WIB
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk. mencatatkan peningkatan jumlah pelanggan hingga 46 persen pada semester I/2020.

Per 30 Juni 2020, Smartfren berhasil mencatatkan 26 juta pelanggan, jumlah ini naik 46 persen secara yoy dari posisi 17,8 juta pelanggan per 30 Juni 2019. Sebaliknya, ARPU malah turun 17 persen dari yang semula Rp34.900 per pelanggan menjadi Rp28.800 per pelanggan.

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan penurunan ARPU disebabkan oleh strategi bisnis baru yang diterapkan perseroan sejak 2019 lalu yakni membuat banyak varian produk demi mengakuisisi lebih banyak pelanggan.

“Dari yang paling murah sampai yang paling mahal cukup komplit, tapi memang penambahan pelanggan lebih banyak berada pada segmen menegah ke bawah jadi secara ARPU menurun,” jelas Merza, Jumat (14/8/2020).

Meskipun demikian, Merza menilai hal tersebut bukan merupakan hasil negatif karena dari sisi pendapatan keseluruhan masih membukukan kenaikan yang tinggi. Dia meyakini basis pelanggan yang besar pada akhirnya akan mengerek ARPU secara bertahap.

“Kita masih dalam masa pertumbuhan, perkembangan, butuh banyak pelanggan. Inilah kenapa kita terus ekspansi untuk akuisisi pelanggan. Bahwa pelanggan ini di denominasi rendah tidak apa yang penting pendapatan menunjukkan peningkatan,” tukasnya.

membeberkan alasan mengapa perseroan masih belum mampu menghapus kerugian meski dari sisi pendapatan dan jumlah pelanggan mereka terus bertumbuh.

Berdasarkan laporan keuangan untuk enam bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2020, emiten bersandi FREN ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,30 triliun, naik 41,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sayangnya, dari sisi bottomline perseroan masih belum mampu membalikkan kerugiannya. Tercatat, rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan pada entitas pemilik perseroan Rp1,22 triliun, lebih dalam dibandingkan kerugian semester I/2019 yang sebesar Rp1,07 triliun.

Direktur Smartfren Telecom Antony Susilo mengatakan perseroan masih fokus bereskpansi dan memperluan cakupan jaringan sehingga belum dapat memetik untung dari pertumbuhan pendapatan perseroan.

Menurutnya, hal tersebut membuat biaya-biaya yang harus dikeluarkan perseroan sangat tinggi. Ditambah, beban operasional perseroan juga membengkak.

“Banyak biaya yang harus kita keluarkan. Opex [operating expense] juga naik, bayar listrik, pegawai dan lain-lainm” tuturnya.

Meski merugi, dia menilai kondisi perseroan saat ini masih berada dalam batas yang wajar karena perusahaan masih berusaha berkembang. Dia optimistis kinerja perseroan dapat berbalik untung secara bertahap.

"Kasih kita waktu dulu untuk memenuhi kapasitas jaringan, biar pelanggan masuk. Baru setelah itu, ibarat menanam pohon, kita petik nanti buahnya,” ujar Antony.

Selain itu, dia mengaku masih percaya diri dengan struktur permodalan perseroan dan belum berencana melakukan aksi korporasi untuk menambah permodalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas smartfren Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top