Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Getol Ekspansi, Smartfren (FREN) Gelontorkan Belanja Rp3,7 Triliun

Tahun ini, smartfren menganggarkan belanja modal hingga US$250 juta atau sekitar Rp3,72 triliun dan hingga akhir semester I/2020 telah diserap sekitar US$170—180 juta atau Rp2,53—2,68 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  17:15 WIB
Model memperlihatkan Kartu Perdana BosKu (Bonus Kuota) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (26/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Model memperlihatkan Kartu Perdana BosKu (Bonus Kuota) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (26/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas Grup Sinar Mas, PT Smartfren Telecom Tbk. terus menggenjot ekspansi mereka tahun ini. Perseroan berencana menghabiskan seluruh anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang mencapai US$250 juta.

Direktur Smartfren Telecom Antony Susilo menuturkan untuk tahun ini pihaknya menganggarkan belanja modal hingga US$250 juta atau sekitar Rp3,72 triliun dan hingga akhir semester I/2020 telah diserap sekitar US$170—180 juta atau Rp2,53—2,68 triliun.

“Jadi masih ada sekitar US$70—80 juta lagi di semester dua,” jelasnya dalam sesi paparan publik kinerja Smartfren Telecom, Jumat (14/8/2020).

Dia mengatakan sejauh ini tidak ada perubahan dalam total anggaran capex perseroan terkait situasi pandemi yang melanda sejak paruh pertama. Mayoritas capex dialokasikan untuk biaya penambahan base transceiver station (BTS).

Adapun, per akhir semester I/2020 perseroan berhasil menggenapkan jumlah BTS mereka mencapai sekitar 35.6000 unit, dari posisi 31.1000 unit per akhir Desember 2019, sedangkan secara tahunan jumlah tersebut meningkat 64 persen.

“Kita sesuaikan dengan kebutuhan karena saat pandemi banyak yang WFH jadi ada perubahan, tapi dari sisi jumlah masih sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan untuk paruh kedua tahun ini mereka akan lebih fokus ekspansi di daerah yang mengalami perubahan pola traffic data sepanjang pandemi.

Dia menyebut akibat adanya perubahan pola konsumsi dan persebaran pengguna selama masa pandemi, membuat sejumlah titik mengalami overload sehingga memerlukan penambahan bandwith.

“Smartfren lagi menanjak traffic-nya bukan main, apalagi banyak pelanggan baru akibat pandemi. Kita harap kecepatan ekspansi bisa mengimbangi kecepatan kenaikan traffic,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas belanja modal smartfren
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top