Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WeChat Dilarang, Kapitalisasi Pasar Tencent Ambles US$66 Miliar

Saham Tencent Holdings Ltd. melanjutkan pelemahan yang dimulai pada perdagangan terakhir pekan lalu sehingga kapitalisasi pasarnya longsor US$66 miliar akibat kebijakan Amerika Serikat terhadap aplikasi WeChat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  22:58 WIB
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg -  Andrew Harrer
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Tencent Holdings Ltd. melanjutkan pelemahan yang dimulai pada perdagangan terakhir pekan lalu sehingga kapitalisasi pasarnya longsor US$66 miliar akibat kebijakan Amerika Serikat terhadap aplikasi WeChat.

Dikutip dari Bloomberg, saham Tencent di Bursa Hong kong merosot 4,8 persen ke level 502 dolar Hong Kong pada perdagangan hari ini, Senin (10/8/2020). Dengan pelemahan ini, secara kumulatif dalam dua hari perdagangan terakhir saham Tencent ambles 9,6 persen, terburuk sejak Oktober 2011.

Padahal selama 4 bulan terakhir, saham Tencent berada pada zona hijau dengan kumulatif penguatan mencapai 70 persen dan mencapai rekor baru. Penguatan ini membuat Tencent menjadi perusahaan teknologi Asia dengan kapitalisasi pasar terbesar, yaitu US$700 miliar.

Pelemahan harga saham Tencent ini disebabkan oleh keputusan Amerika Serikat yang melarang segala jenis hubungan bisnis warganya dengan aplikasi WeChat. Aplikasi ini merupakan salah satu lini bisnis andalan yang dimiliki Tencent.

Sejalan dengan pelemahan Tencent dan saham-saham teknologi lainnya, membuat Hang Seng Tech Index merosot hingga 3,6 persen pada hari ini. Indeks Chinext di Bursa Shanghai juga mengalami tren yang sama dengan pelemahan hingga 2 persen.

Memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China kini membuat investor khawatir atas dampak geopolitik terhadap ekonomi dan pasar. Selain larangan WeChat, Trump juga menandatangani perintah untuk mencegah penduduk AS melakukan bisnis dengan aplikasi TikTok milik ByteDance Ltd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat wechat bursa china Donald Trump
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top