Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah meski Emiten Kertas Sinar Mas Terus Melesat

Dari 27 anggota konstituen indeks, 14 emiten terpantau menguat, 5 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 8 emiten lain berada dalam posisi melemah.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  15:40 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tak mampu melanjutkan tren penguatannya pada penutupan perdagangan, setelah dibuka di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin (10/8/2020).

Setelah dibuka pada level 464,04, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 0,1 persen atau 0,46 poin ke level 463,577. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 462,082 hingga 465,218.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya Jumat (7/8/2020), indeks Bisnis-27 juga ditutup melemah 0,74 persen atau 3,45 poin ke level 464,04.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 14 emiten terpantau menguat, 5 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 8 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Adapun, saham emiten otomotif PT Astra International Tbk. (ASII) tercatat menjadi pemberat indeks pada awal perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 2,84 persen atau 150 poin ke level Rp5.125.

Selain ASII, saham emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) juga terpantau menjadi pemberat indeks dengan penurunan sebesar 1,64 persen atau 40 poin ke level Rp2.400.

Penguatan indeks ditopang oleh emiten kertas grup Sinar Mas yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) dengan kenaikan masing-masing 12,83 persen ke level Rp9.675 dan 7,87 persen ke level Rp7.200.

Berdasarkan besaran transaksi, TKIM juga menjadi emiten anggota indeks yang paling banyak diperjualbelikan hingga akhir sesi perdagangan hari ini. Saham TKIM terpantau sudah ditransaksikan sebanyak Rp386,07 miliar dengan mayoritas aksi jual dan beli dilakukan oleh broker Sinarmas Sekuritas.

Berbeda dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak di zona hijau hingga penutupan pembukaan perdagangan hari ini. IHSG terpantau ditutup pada level 5.157,834, naik 0,27 persen atau 13,941 poin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top