Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kado HUT ke-43 Pasar Modal, IHSG Dibuka Menguat

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,11 persen atau 5,77 poin menjadi 5.149,66. Terpantau 107 saham menguat, 35 saham koreksi, dan 100 saham stagnan/
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  09:02 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/8/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,11 persen atau 5,77 poin menjadi 5.149,66. Terpantau 107 saham menguat, 35 saham koreksi, dan 100 saham stagnan.

Hari ini, Senin 10 Agustus 2020,merupakan peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal di Indonesia.

Jika menoreh ke belakang, sesungguhnya bursa efek pertama kali hadir di Indonesia pada 1912 oleh Pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Baru berjalan dua tahun, bursa terpaksa ditutup selama perang dunia I.

Lalu, pada 1925 bursa dibuka kembali bersama dengan bursa efek di Semarang dan Surabaya. Namun, perang dunia II membuat perdagangan di bursa lagi-lagi ditutup hingga 1952.

Sejak saat itu pun, pasar modal Indonesia semakin tidak aktif hingga akhirnya pada 10 Agustus 1977, Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto yang ditandai dengan pencatatan perdana saham PT Semen Cibinong Tbk.

Pada periode awal itu hingga 1987, perdagangan di bursa efek masih lesu dengan jumlah perusahaan tercatat hanya sebanyak 24 emiten. Maklum, masyarakat masih terbiasa dengan instrumen perbankan ketimbang produk pasar modal.

Hingga akhirnya, pemerintah menghadirkan Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia.

Semakin banyak inovasi diluncurkan untuk memajukan pasar modal Indonesia, Bursa Efek Jakarta kemudian diswastanisasi pada 13 Juli 1992.

Tonggak sejarah lain pun ditorehkan, saat Bursa Efek Surabaya bergabung dengan Bursa Efek Jakarta dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia atau BEI pada 30 November 2007.

Pasar modal pun berkembang sangat pesat sejak saat itu. Pada tahun ini saja, sudah sebanyak 34 emiten baru yang melantai di BEI sehingga total perusahaan tercatat mencapai 699 emiten.

Tidak kalah ciamik, total investor di pasar modal sudah mencapai 2,92 juta single investor identification (SID) sampai dengan akhir semester I/2020. Jumlah itu bertambah sebanyak 436.019 atau naik 17,55 persen dari posisi akhir 2019.

Selain itu, pasar modal Indonesia pun telah melalui beberapa tantangan dan krisis, seperti krisis moneter 1998 dan krisis keuangan global pada 2008. Kala 1998, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok ke level terendah 256,83, sedangkan pada 2008 jatuh ke level terendah 1.113,62.

Sejak saat itu, IHSG dengan perlahan bangkit dan sempat mengukir rekor tertinggi IHSG pada 2018, di level 6.689. Namun, kini pasar modal kembali dihadapkan pada tantangan berat akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda.

Hal itu ditambah dengan jurang resesi yang kian menganga, setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 terkontraksi 5,32 persen.

Kendati sempat anjlok ke posisi 3.973,632 pada akhir Maret 2020, saat ini IHSG telah naik 30,63 persen dari level terendah itu dan menetap di kisaran level 5.143,893 pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (9/8/2020).

Saat ini total kapitalisasi pasar juga perlahan naik dan sudah mencapai Rp5.981,723 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia pasar modal
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top