Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Indonesia Borong SUN Rp82 Triliun, Begini Imbasnya ke Harga Obligasi RI

Imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 6,77 persen pada Jumat (7/8/2020) pukul 17:10 WIB. Posisi itu naik dari 6,760 persen pada akhir sesi Kamis (6/8/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  17:44 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com,JAKARTA — Pergerakan imbal hasil atau yield surat utang negara di pasar sekunder bergerak naik sehari setelah pemerintah menerbitkan empat seri kepada Bank Indonesia dengan skema private placement

Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 6,77 persen pada Jumat (7/8/2020) pukul 17:10 WIB. Posisi itu naik dari 6,760 persen pada akhir sesi Kamis (6/8/2020).

Sementara itu, yield SUN tenor 5 tahun Indonesia mengalami kenaikan dari 5,845 persen menjadi 5,850 persen. Selanjutnya, yield SUN tenor 15 tahun Indonesia juga stagnan di level 7,232 persen. Adapun, yield SUN tenor 20 tahun Indonesia tidak berubah dari posisi sebelumnya di level 7,370 persen

Sebagai catatan, pergerakan harga obligasi dan yield obligasi saling bertolak belakang. Kenaikan harga obligasi akan membuat posisi yield mengalami penurunan sementara penurunan akan menekan tingkat imbal hasil.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan total nominal penerbitan empat seri surat utang negara (SUN) itu senilai Rp82,10 triliun kepada Bank Indonesia (BI) pada Kamis (6/8/2020). Penerbitan merupakan transaksi yang pertama untuk pemenuhan sebagian pembiayaan public goods. 

Total kebutuhan pembiayaan public goods senilai Rp397,56 triliun. Anggaran itu meliputi pembiayaan untuk belanja kesehatan, perlindungan sosial, serta pembiayaan sektor Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Transaksi ini merupakan implementasi dari skema burden sharing sebagai wujud sinergi pemerintah dan Bank Indonesia dalam upaya pembiayaan penanganan dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (6/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa transaksi private placement dilakukan dengan berpegang kepada beberapa prinsip utama. Pertama, menjaga kredibilitas dan integritas pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter.

Kedua, menjaga fiscal space dan keberlanjutan dalam jangka menengah. Ketiga, menerapkan tata kelola yang prudent, transparan, dan akuntabel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top