Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Grup Indofood Masih Moncer, Saham INDF dan ICBP Kurang Gairah

Hingga sesi pertama perdagangan Senin (3/8/2020), saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) terkoreksi 0,39 persen sedangkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ditutup sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  12:17 WIB
Penjualan Grup Indofood Masih Moncer, Saham INDF dan ICBP Kurang Gairah
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan entitas anaknya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mengumumkan kinerja keuangan yang positif untuk periode semester satu tahun ini.

Adapun, berdasarkan rilis pers yang dikutip melalui laman website resmi perseroan, Senin (3/8/2020), INDF berhasil membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 2 persen menjadi Rp39,38 triliun, dibandingkan Rp38,61 triliun pada tahun lalu.

Laba usaha naik 17 persen menjadi Rp5,63 triliun dari Rp4,79 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 14,3 persen dari 12,4 persen. 

Di sisi lain, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 12 persen menjadi Rp2,84 triliun dari Rp2,55 triliun, dan marjin laba bersih naik menjadi 7,2 persen dari 6,6 persen. Core profit emiten Grup Salim itu juga diklaim meningkat 18 persen menjadi Rp2,87 triliun dari Rp2,42 triliun.

Bersamaan dengan induk usahanya, ICBP juga mencatatkan kinerja yang positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Penjualan neto konsolidasi perseroan naik 4 persen secara tahunan menjadi Rp23,05 triliun, dari Rp22,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha perseroan tumbuh 22 persen menjadi Rp4,68 triliun, dari Rp3,85 triliun, dan marjin laba usaha naik menjadi 20,3 persen dari 17,4 persen.

ICBP membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang meningkat 31 persen menjadi Rp3,38 triliun dari Rp2,57 triliun pada periode yang sama di tahun lalu dan marjin laba bersih naik menjadi 14,7 persen dari 11,6 persen. Core profit produsen Indomie itu juga meningkat 21 persen menjadi Rp3,16 triliun dari Rp2,62 triliun.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood mengatakan meskipun kondisi global saat ini penuh dengan tantangan, Indofood dapat terus melanjutkan kinerja yang positif di sepanjang semester pertama tahun 2020. Kondisi pasar yang menantang  diperkirakan masih akan berlanjut ke semester kedua tahun 2020.

“Kami akan terus memelihara kelangsungan pasokan dan kualitas produk bagi para konsumen, serta meningkatkan daya saing kami dan menjaga kesehatan para karyawan,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Senin (3/8/2020).

Dia juga menekankan perseroan akan tetap meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi secara cepat pada dinamika pasar yang terus berubah dan daya saing. 

Di lantai bursa, saham INDF dan ICBP cenderung dalam posisi melemah mengikuti pergerakan indeks yang terus berada pada zona merah sejak pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (3/8/2020). 

Hingga penutupan perdagangan sesi I, saham INDF terpantau terkoreksi 0,39 persen atau 25 poin ke level Rp6.425. 

Sepanjang pergerakan sesi pertama, saham INDF sempat menguat namun perlahan berangsur melemah dengan range harga di antara Rp6.300 hingga Rp6.550. Adapun, total transaksi saham INDF mencapai Rp42,64 miliar dengan total beli bersih asing sebesar Rp2,43 miliar. 

Sementara, saham ICBP berada pada posisi stagnan yakni Rp9.200, dengan kecenderungan menguat pada awal perdagangan lalu perlahan melemah hingga akhir perdagangan sesi pertama. Sepanjang perdagangan pagi ini, ICBP bergerak di rentang harga Rp9.075 hingga Rp9.400. 

Total transaksi saham ICBP bahkan lebih besar dibandingkan induk usahanya yakni Rp113,6 miliar, dengan total beli bersih asing mencapai Rp48,37 miliar hingga penutupan sesi pertama. 

Secara umum, IHSG anjlok 132,26 poin atau 2,57 persen ke level 5017,36 hingga akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020). Hanya 43 saham menguat, 407 saham melemah, dan 118 saham stagnan. Adapun pada perdagangan pagi ini indeks sempat kembali jebol ke bawah 5.000 dengan rentang pergerakan di antara 5.157,27—4.928,46.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indofood
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top