Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Penjualan Mengembang, Laba Bersih Sari Roti (ROTI) Menciut

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Nippon Indosari mencapai Rp91,44 miliar, terkoreksi 9,86 persen yoy dari sebelumnya Rp101,45 miliar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  18:48 WIB
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk - sariroti.com
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk - sariroti.com

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas Grup Salim, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) sebagai produsen roti dengan merek Sari Roti membukukan kenaikan pendapatan pada semester I/2020. Namun demikian, laba perseroan mengalami koreksi.

Dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2020, Nippon Indosari mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,67 triliun. Nilai itu meningkat 5,5 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp1,58 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Nippon Indosari mencapai Rp91,44 miliar, terkoreksi 9,86 persen yoy dari sebelumnya Rp101,45 miliar.

"Net Profit Margin terjaga pada kisaran 5,5 persen," papar.Direktur Nippon Indosari Corpindo Arlina Sofia dikutip dari siaran resmi, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Arlina, peningkatan penjualan Sari Roti ditopang kanal tradisional (GT) yang tumbuh 30 persen yoy menjadi Rp455 miliar. Pertumbuhan signifikan kanal tradisional merupakan hasil positif dari penerapan strategi untuk menangkap potensi pasar khususnya di area pemukiman.

Nippon Indosari memperkuat sebaran 40.000 titik penjualan (point of sales) dan meluncurkan layanan pesan antar produk Sari Roti melalui Whatsapp maupun Chatbot.

Sementara itu, kanal modern (MT) tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan semester I/2020 yakni Rp1,17 triliun. Penjualan itu berasal dari 35.000 gerai minimarket, supermarket, dan hypermarket di seluruh Indonesia.

Nippon Indosari telah memakai belanja modal sebesar sebesar Rp182 miliar atau sekitar 45,5 persen dari rencana tahun 2020. Dana itu digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat jaringan distribusi.

Perusahaan juga melakukan pembangunan pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan untuk beroperasi pada akhir 2020.

Secara umum, dampak pandemi Covid-19 dapat dirasakan pada berbagai industri, termasuk sektor makanan dan minuman. Meskipun demikian, hingga saat ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja operasional Nippon Indosari.

“Kami senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia agar dapat menentukan strategi yang tepat dalam menangkap prospek pertumbuhan permintaan produk roti yang kuat di Indonesia, serta menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian pandemi Covid-19,” papar Arlina.

Seluruh kegiatan perusahaan baik operasional maupun perkantoran, dengan tertib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta mengedepankan standar tinggi kesehatan dan keselamatan kerja.

Tindakan itu di antaranya ialah memperhatikan jaga jarak fisik, memakai masker pada setiap aktivitas bekerja dan senantiasa memberikan himbauan kepada seluruh Karyawan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten nippon indosari corpindo grup salim sari roti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top