Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Trump Tunda Pemilu dan Kontraksi Ekonomi Tekan Dolar AS

Pada perdagangan Jumat (31/7/2020) pukul 06.50 WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,46 persen atau 0,432 poin menjadi 93,021.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  07:07 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar Amerika Serikat mengalami tekanan akibat rencana Presiden Donald Trump memundurkan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) dan kontrak ekonomi Paman Sam.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2020) pukul 06.50 WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,46 persen atau 0,432 poin menjadi 93,021. Indeks terkoreksi 3,49 persen sepanjang tahun berjalan setelah berhasil mencapai level tertinggi 102,992 pada 2020.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan dolar AS melanjutkan pelemahan setelah Presiden Donald Trump meningkatkan kemungkinan menunda Pemilu yang menentukan presiden baru AS pada 3 November 2020. Padahal, tanggal tersebut diabadikan dalam Konstitusi A.S.

Sebelumnya Trump memberikan cuitan di Twitter bahwa pemilihan dengan voting melalui sistem elektronik dan bukan sistem absensi yang baik merupakan bentuk pemilihan yang tidak adil dalam sejarah. Hal itu menurut Trump akan sangat memalukan bagi AS.

Di sisi lain, mengutip Bloomberg, perekonomian AS pada kuartal II/2020 dilaporkan mengalami penurunan kinerja paling tajam di tengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19.

Realisasi kinerja ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal kedua itu bahkan menjadi penurunan paling signifikan sejak dekade 1940.

Produk domestik bruto (PDB) AS menyusut 9,5 persen pada kuartal II/2020 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal). Penurunan kinerja ekonomi negara adidaya itu bahkan mencapai 32,9 persen untuk laju tahunan (year-on-year/yoy), sebagaimana dilaporkan Departemen Perdagangan.

Anjloknya ekonomi membuat bursa saham merosot pada penutupan Kamis (30/7/2020). Indeks Dow Jones melemah 0,85 persen atau 225,92 poin ke level 26.313,65, sedangkan S&P 500 koreksi 0,37 persen atau 12,22 poin menuju 3.246,22.

Indeks Nasdaq berhasil menguat 0,43 persen ke posisi 10.587,81, setelah dibuka melemah 0,59 persen atau 61,78 poin ke level 10.481,16 pada awal perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as ekonomi as Donald Trump
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top