Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Naik, Laba Gudang Garam (GGRM) Malah Turun 10 Persen

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per Juni 2020 mencapai Rp3,82 triliun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  11:21 WIB
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mencatatkan penurunan laba bersih meskipun pendapatan perseroan meningkat pada semester I/2020.

Dalam publikasi laporan keuangan Gudang Garam di Harian Bisnis Indonesia, per 30 Juni 2020 pendapatan perusahaan mencapai Rp53,65 triliun. Nilai itu meningkat 1,72 persen year on year (yoy) dari Rp52,74 triliun pada semester I/2019.

Namun demikian, beban pokok penjualan Gudang Garam ikut menanjak menjadi Rp44,99 triliun dari sebelumnya Rp42,78 triliun. Hal ini membuat laba bruto GGRM terkoreksi menuju Rp8,66 triliun dibandingkan Rp9,96 triliun per Juni 2020.

Laba usaha per Juni 2020 juga menurun menuju Rp5,22 triliun dari sebelumnya Rp5,97 triliun. Padahal, Gudang Garam sudah terbantu dengan pembukuan laba kurs Rp2,87 miliar dari rugi kurs Rp10,19 miliar per Juni 2019.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per Juni 2020 mencapai Rp3,82 triliun. Nilai itu turun 10,75 persen dari sebelumnya Rp4,28 triliun.

Per Juni 2020, Gudang Garam menggelontorkan kas untuk investasi sebesar Rp2,51 trilun, meningkat dari sebelumnya Rp1,71 triliun. Kas bersih untuk pendanaan turun menjadi Rp8,81 triliun dibandingkan sebelumnya Rp13,5 triliun.

Adapun, kas setara kas akhir periode mencapai Rp8,25 triliun, meningkat dari Rp2,05 triliun per Juni 2019.

Dari pos utang, liabilitas Gudang Garam per Juni 2020 turun menjadi Rp24,41 triliun dari Rp27,72 pada akhir 2019. Liabilitas jangka pendek berkurang menjadi Rp21,76 triliun dari sebelumnya Rp25,26 triliun.

Ekuitas perusahaan mencapai Rp54,75 triliun, naik dari sebelumnya Rp50,93 triliun. Total aset Gudang Garam pun per Juni 2020 sejumlah Rp79,16 triliun, meningkat dari Rp78,65 triliun per Desember 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten rokok Kinerja Emiten gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top