Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Dolar Lesu, Rupiah Masih Fluktuatif

Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 75 poin atau 0,51 persen ke level Rp14.535 per dolar AS.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  06:40 WIB
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah diprediksi bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (28/7/2020) di rentang Rp14.500 - Rp14.700 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 75 poin atau 0,51 persen ke level Rp14.535 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,429 poin atau 0,45 persen ke level 94,006 pada pukul 14.54 WIB.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.605 per dolar AS, menguat tipis 9 poin atau 0,06 persen dari posisi Rp14.614 pada Jumat (24/7/2020).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan dari sisi internal, mata uang rupiah ditopang oleh langkah pemerintah yang memacu pemulihan ekonomi sekaligus penanganan Covid-19.

Pemerintah terus berupaya mendapatkan vaksin, dan kandidat vaksin corona dari China telah tiba di Indonesia. Uji klinis tahap ketiga dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Jika berjalan sesuai ekspektasi, Bio Farma akan memproduksi vaksin tersebut dengan kapasitas sebanyak 100 juta dosis per tahun.

Disamping fokus ke vaksin, pemerintah kembali menggelontorkan stimulus sebanyak mungkin sampai akhir tahun 2020 dan diharapkan daya beli masyarakat akan tetap berjalan.

"Dengan demikian, perekonomian kembali berjalan dan stabilitas ekonomi kembali stabil," ujarnya.

Pemerintah pusat secara resmi telah menyiapkan dana Rp 11,5 triliun kepada lima Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penempatan dana di BPD ini merupakan kelanjutan pemerintah pusat setelah sebelumnya telah menempatkan dana pada 4 Bank Himbara (BNI, Mandiri, BRI, dan BTN) sebesar Rp 30 triliun, sesuai dengan PMK 70 Tahun 2020.

Penempatan dana di BPD merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk mendorong pemulihan kondisi ekonomi yang terdampak covid-19.

Dari sisi eksternal, pekan ini, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan menggelar rapat bulanan untuk menentukan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, kemungkinan suku bunga acuan bertahan di 0-0,25% adalah 100%. Tidak ada ruang sama sekali untuk perubahan.

The Fed bertemu Selasa dan Rabu setelah data tenaga kerja pekan lalu menunjukkan pemulihan pekerjaan AS goyah. Tidak ada pengumuman besar yang diantisipasi, tetapi analis memperkirakan pembuat kebijakan dapat mulai meletakkan dasar untuk tindakan lebih lanjut pada bulan September atau kuartal IV/2020.

"Bank sentral AS dapat menguatkan petunjuk baru-baru ini tentang manfaat dari target inflasi rata-rata, yang akan memungkinkan suku bunga tetap lebih rendah lebih lama," paparnya.

Ketegangan antara AS-China kembali memuncak setelah AS meminta Beijing untuk menutup kantor konsulat diplomatiknya di Houston akibat terbongkarnya Spionase China di AS.

Ibrahim memprediksi dalam perdagangan Selasa (28/7/2020) mata uang rupiah akan diperdagangkan fluktuatif di level 14.500-14.700.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top