Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekan Capex dan Opex, MNC Vision Setop Gelar Kabel Serat Optik

Sejak pertengahan 2019, MNC Vision telah membeli kapasitas dari penyedia layanan fiber optic lain karena belanja modal untuk menggelar jaringan optic sendiri sangat besar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  21:45 WIB
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) mengaku akan lebih fokus menggenjot bisnis model baru dalam menumbuhkan bisnis broadband internet protocol televisi mereka.

Group Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan sejak pertengahan 2019 silam perseroan telah mengubah bisnis model mereka yakni berhenti menggelar kabel serat optic (fiber optic) dan memilih untuk membeli kapasitas dari penyedia layanan fiber optic lain.

Menurutnya, belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk menggelar jaringan optic sangat besar. Dia mencontohkan satu sambungan homepass membutuhkan capex US$200 sehingga jika perseroan menargetkan 1,5 juta homepass maka harus menyediakan sekitar US$3 juta.

“Tentunya sangat berat dari sisi cashflow, sehingga kami merombak bisnis model. Ini akan menjadi bisnis model yang akan dipush oleh MVN group supaya tetap bisa menumbuhkan bisnis broadband namun dengan biaya modal yang sangat minim.” ujarnya dalam public expose MNC Vision Networks, Selasa (28/7/2020)

Pun, dengan skema baru tersebut perseroan dapat memperlebar margin keuntungan. Hary mengatakan dengan membeli jaringan dari operator lain, perseroan hanya perlu mengeluarkan biaya operasional atau operating expense (opex) sekitar Rp130.000 per satu pelanggan per bulan.

“Jadi marginnya cukup bagus. Argonya [tarif belangganan] sama [seperti model bisnis lama] yakni Rp299.000 per bulan per pelanggan, tapi sekarang kami hanya perlu mengeluarkan rata-rata Rp130.000. itupun kami baru bayar [ke penyedia jaringan] kalau sudah dapat pelanggan,” terangnya.

Di sisi lain, dia melihat banyak pemain fiber optic dengan skala lebih kecil kesulitan menjual kapasitas broadband mereka secara maksimal karena tak memiliki konten sehingga hal tersebut dimanfaatkan perseroan yang memiliki lini bisnis penyedia konten.

Adapun sejauh ini perseroan telah bekerja sama dengan ICON+ milik PLN dan FiberStar milik Grup Salim. Pun, Hary menyebut tak semua operator bersedia melakukan kerja sama pembelian kapasitas jaringan.

“Contoh Indhome tidak mau menjual karena mereka punya jualan sendiri. Internetnya mereka jualan sendiri, IPTV-nya mereka jualan sendiri. Kemudian First Media juga jualan sendiri,” ungkapnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, perseroan juga membuat terobosan baru yakni merilis satu segmen bisnis baru yakni menjual layanan IPTV saja dengan jenama Playbox by MNC Play untuk menangkap pasar yang telah diisi oleh penyedia layanan internet lain.

Hary optimistis dapat menjadi pemimpin pasar di segmen baru ini karena potensi pasarnya sangat besar apalagi dia memfokuskan layanan ini untuk menyasar pelanggan broadband besar yang memiliki basis yang cukup gemuk.

“Kita tahu jumlah homepass yang sudah ada internetnya itu 13 juta in total, jadi itulah potensi yang bisa ditembus oleh Playbox,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fiber optic mnc vision networks
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top