Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Analis : Emiten Penghuni Baru LQ45 Sesuai Ekspektasi Pasar

Tiga emiten baru di daftar indeks LQ45 yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga saham yang menjadi penghuni baru indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar.

Seperti diketahui, pada Jumat (24/7/2020), Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak daftar saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 dan IDX30 yang akan berlaku pada periode perdagangan Agustus 2020 hingga Januari 2021.

Kedua indeks itu merupakan kelompok saham yang terdiri atas 45 dan 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental baik dan tingkat kepatuhan tinggi.

BEI menambahkan tiga emiten baru ke dalam daftar indeks LQ45 yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA). Sebagai gantinya, BEI mendepak PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT).

Untuk IDX30, BEI menambahkan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR). Adapun, tiga saham yang keluar dari penghitungan IDX30 yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan ketiga saham anggota baru indeks LQ45 sama dengan ekspektasi pasar. Hal itu dikarenakan dalam beberapa perdagangan terakhir, saham-saham terkait mampu mencatatkan kenaikan volume perdagangan secara berkala, yang dianggap cukup likuid.

Dia menjelaskan di tengah kenaikan harga emas hingga akhirnya menyentuh rekor baru, MDKA menjadi salah satu emiten yang paling diburu oleh investor. Bahkan, sepanjang tahun berjalan 2020, MDKA telah menguat signifikan hingga 60,28 persen, ketika mayoritas saham lainnya anjlok dan terjerat di zona merah.

Kemudian, saham MIKA sebagai salah satu saham sektor kesehatan juga menjadi incaran di tengah sentimen pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Sementara itu, SMRA mendapatkan sentimen positif dari penurunan suku bunga acuan yang membuat prospek kinerja menjadi lebih moncer sehingga diperdagangkan banyak investor.

“Ketiga saham ini mencerminkan likuiditas yang baik dan digemari pasar, apalagi sektor konstruksi sudah cukup downtrend ya jadi ada yang keluar. Dengan demikian, nantinya secara umum saham-saham indeks LQ45 baru ini akan mampu membuat kinerja IHSG lebih sustainable,” ujar Nafan kepada Bisnis, Minggu (26/7/2020).

Dia melanjutkan ketiga saham baru di indeks LQ45 itu dapat membawa manfaat terhadap masing-masing perusahaan. Bergabung ke dalam indeks itu dapat mendorong ketiga saham memiliki kapitalisasi pasar yang lebih besar daripada saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Annisa Margrit

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper