Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEI Resmi Ubah Penghuni Indeks LQ45 dan IDX30, Simak Sahamnya!

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan bahwa kedua indeks itu merupakan indeks yang masing-masing konstituennya terdiri dari 45 dan 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  20:40 WIB
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia resmi mengubah jajaran penghuni indeks LQ45 dan IDX30 yang akan berlaku hingga Januari 2021.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan bahwa kedua indeks itu merupakan indeks yang masing-masing konstituennya terdiri dari 45 dan 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, dan didukung oleh fundamental yang baik dan tingkat kepatuhan yang tinggi.

“Indeks-indeks tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor untuk melihat pergerakan harga saham berdasarkan kriteria tersebut,” ujar Yulianto seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (24/7/2020).

Selain itu, indeks LQ45 dan IDX30 itu juga dapat menjadi underlying bagi manajer investasi untuk menerbitkan produk investasi lainnya, seperti reksa dana, dan exchange traded fund (ETF).

Untuk diketahui, kedua indeks itu mendapatkan review sebanyak empat kali dalam satu tahun, yaitu dua kali review mayor yang dilakukan setiap Januari dan Juli untuk efektif di bulan Februari dan Agustus. Review mayor tersebut, bertujuan untuk mengevaluasi konstituen indeks dan bobot yang digunakan untuk penghitungan indeks.

Sementara itu, dua kali review minor pada Mei dan November untuk mengevaluasi bobot indeks.

Bursa menambahkan tiga emiten baru, yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) ke dalam jajaran konstituen indeks LQ45

Sebagai gantinya, BEI mendepak PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT).

“Pada Juli 2020 telah dilakukan eveluasi mayor guna menetapkan daftar saham yang menyesuaikan bobot atas saham-saham yang digunakan dalam perhitungan Indeks LQ45,” jelas Manajemen BEI lewat pengumuman resmi, Jumat (24/7/2020).

Sebagai catatan, indeks LQ45 mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Emiten konstituen indeks itu juga didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

BEI juga mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks IDX30. Tiga emiten baru masuk ke dalam daftar penghitungan Indeks IDX30 periode Agustus 2020—Januari 2021.

Penghuni baru Indeks IDX30 yakni PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR). Adapun, tiga saham yang keluar dari penghitungan IDX30 yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top