Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pyridam Farma (PYFA) Klaim Pertumbuhan Laba Bersih 223 Persen

Perseroan menyatakan laba bersih yang diperoleh perseroan pada paruh pertama tahun ini berada di atas ekspektasi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:48 WIB
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) mengklaim kenaikan laba bersih hingga 223 persen secara tahunan selama semester pertama tahun ini.

Berdasarkan rilis yang diterima Bisnis, Jumat (24/7/2020), perseroan menyatakan laba bersih yang diperoleh perseroan pada paruh pertama tahun ini berada di atas ekspektasi.

“Hal ini dikarenakan pertumbuhan penjualan yang kuat pada beberapa produk yang memberikan margin yang lebih tinggi,” ungkap manajemen dalam keterangan pers.

Walhasil, manajemen optimis tren kenaikan ini akan terus berlanjut untuk sisa tahun 2020 dan tahun 2021 mendatang.

Adapun, manajemen menilai industri kesehatan termasuk farmasi pada dasarnya mampu mengingatkan masyarakat betapa pentingnya akses pelayanan kesehatan termasuk obat-obatan dan vitamin.

Hal ini membuat Pyridam berkomitmen untuk ikut mengatasi masalah yang sedang dihadapi dunia saat ini dengan demikian akan banyak inisiatif baru dan rencana bisnis di sepanjang perjalanan yang belum dapat diumumkan perseroan pada saat ini.

Emiten berkode saham PYFA tersebut mengungkap investasi yang baru-baru ini dilakukan oleh konsorsium perusahaan internasional dan lokal memberikan sinyal positif bagi perusahaan.

“Bersama-sama, para investor akan membawa modal dan keahlian yang cukup untuk mendorong lebih cepat bisnis Pyridam di masa depan,” sambung manajemen.

Adapun, hingga berita ini diturunkan, perseroan belum merilis laporan keuangan kuartal II/2020 melalui laman keterbukaan informasi BEI.

Namun, lantai bursa, hingga pukul 14.18 WIB, saham PYFA menjadi salah satu pemberat indeks dengan penurunan sebesar 6,72 persen atau 85 poin ke level Rp1.180, sehingga diberlakukan aturan auto reject bawah atau ARB oleh otoritas.

Berbanding terbalik dengan posisi perdagangan sebelumnya, Kamis (23/7/2020), saham PYFA sempat terkena pemberlakukan auto reject atas atau ARA karena harga sahamnya menguat 24,63 persen.

Adapun, secara year-to-date, saham PYFA adalah saham emiten sektor farmasi dengan kenaikan paling pesat hingga 495,96 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih pyridam farma
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top