Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catat! Trisula Textile (BELL) akan Stock Split pada Agustus

Emiten berkode saham BELL itu, menyatakan aksi stock split telah disetujui oleh para pemegang saham pada saat rapat umum yang digelar 15 Juni 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  17:06 WIB
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi. - trisulatextile.com
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi. - trisulatextile.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Trisula Textile Industries Tbk. akan melaksanakan aksi stock split saham dengan rasio 1 banding 5.

Emiten berkode saham BELL itu, menyatakan aksi stock split telah disetujui oleh para pemegang saham pada saat rapat umum yang digelar 15 Juni 2020. Nilai nominal saham BELL yang semula Rp100 per unit akan dipecah menjadi Rp20 per unit.

Saham BELL akan pertama kali diperdagangkan dengan nominal baru pada 3 Agustus mendatang. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini saham BELL terpantau naik 1,42 persen ke posisi Rp715 per saham.

Sebelumnya, PT Trisula International Tbk. (TRIS), induk usaha BELL, dalam public expose perusahaan pada Senin (15/6/2020) di Jakarta mengatakan, hingga kuartal I/2020, pihaknya belum menetapkan lokasi pembangunan pabrik baru yang rencananya akan menjadi rumah produksi garmen dan juga tekstil.

Direktur Marketing Trisula International Kartono Budiman menjelaskan survei lokasi yang seharusnya sudah rampung terhenti karena pandemi virus corona.

Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangan beragam hal untuk pabrik tersebut. Menurut Kartono, ada faktor-faktor berbeda yang harus diperhatikan saat hendak membangun pabrik garemn dan tekstil pada satu lokasi.

Pihak perusahaan, lanjutnya, mempertimbangkan faktor lahan, akses logistik, serta sumber tenaga kerja dengan harga terjangkau dalam pembangunan pabrik garmen. Sedangkan, untuk pabrik tekstil, mereka harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan dari pembangunan pabrik tekstil.

“Kita tidak bisa survei juga karena banyak lokasi yang tertutup karena ada Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB). Kami harap ini (survei lokasi) dapat kembali berjalan pada Juli mendatang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stock split trisula international Trisula Textile Industries
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top