Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Masih Bugar, Laba Sido Muncul (SIDO) Tumbuh Dua Digit

Laba Sido Muncul naik 10,6 persen, ditopang peningkatan penjualan hampir 4 persen sepanjang paruh pertama 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  10:39 WIB
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kedua kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Semarang Mundjirin (kiri) untuk diteruskan kepada para penerima bantuan di Agrowisata pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Rabu (14/06 - 2017). / Humas Sido Muncul
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kedua kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Semarang Mundjirin (kiri) untuk diteruskan kepada para penerima bantuan di Agrowisata pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Rabu (14/06 - 2017). / Humas Sido Muncul

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. terbilang bugar karena masih mencatat pertumbuhan sepanjang semester I/2020. Dalam enam bulan pertama, Sido Muncul berhasil mencetak laba Rp413,79 miliar.

Publikasi laporan keuangan perseroan menunjukkan,laba Sido Muncul per akhir Juni 2020 naik 10,6 persen dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir Juni 2019.

Perolehan laba hampir setengah triliun itu ditopang penjualan yang mencapai Rp1,46 triliun. Realisasi penjualan tersebut naik 3,52 persen dibandingkan dengan posisi Juni 2019.

Di sisi lain, kenaikan beban pokok penjualan 4,06 persen, emiten bersandi saham SIDO juga mampu menekan beban umum dan administrasi 13,63 persen dalam enam bulan pertama 2020.

Berdasarkan segmentasi penjualan, pendapatan dari produk jamu dan suplemen masih menjadi penopang bisnis perseroan dengan besaran 63,25 persen ; diikuti makanan dan minuman sebesar 32,14 persen dari total omzet pada periode tersebut.

Lini penjualan jamu dan suplemen mencatatkan penjualan negatif -2,11 persen sedangkan lini penjualan makanan dan minuman tumbuh 16,29 persen dibandingkan periode paruh pertama 2019.

Di sisi lain, produsen Tolak Angin itu berhasil mencatatkan liabilitas Rp366,52 miliar, menurun hingga 21,15 persen dibandingkan dengan periode akhir tahun. Hal ini diikuti dengan kenaikan tipis ekuitas 0,42 persen dibandingkan akhir tahun 2019 lalu menjadi Rp3,08 triliun.

Walhasil,  total aset perseroan ikut tergerus 2,42 persen dibandingkan perolehan akhir tahun 2019 menjadi Rp3,44 triliun.

Kemudian kas dan setara kas akhir periode perseroan bertumbuh sebesar 3,21 persen secara tahunan menjadi Rp782,89 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sido muncul Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top