Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Koleksi Saham Jiwasraya Kini Tersisa 2 Emiten, Siapa Saja?

Saham yang masih dimiliki Jiwasraya dalam jumlah signifikan merupakan emiten BUMN di bidang properti dan semen.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  16:09 WIB
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia melansir bahwa PT Asuransi Jiwasraya kini hanya menyisakan aset saham di dua emiten dengan kepemilikan di atas 5 persen. Jumlah ini turun drastis dari semula lebih dari 10 emiten.

Berdasarkan data Sub Rekening Efek (SRE) yang tergabung dalam Single Investor Identification (SID) per 17 Juli 2020, Jiwasraya masih memiliki saham  PT PP Properti Tbk. (PPRO) dan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) dengan porsi kepemilikan masing-masing 8,51 persen dan 9,19 persen.

Jiwasraya memiliki 8,51 persen dan 9,19 persen di masing-masing perusahaan plat merah tersebut. Sebelumnya, portofolio Jiwasraya cukup banyak, antara lain ada penempatan dana di 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), dan PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM). Nama emiten terakhir adalah perusahaan yang disebut Kejaksaan Agung dimiliki oleh Heru Hidayat, salah satu tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Saat ini, harga saham PPRO berada di level 50 alias masuk ke dalam daftar saham gocap. Dalam setahun terakhir, harga sama PPRO telah tergerus hampir 60 persen.

Sementara itu harga saham SMBR hari ini ditutup 1,09 persen menjadi 370. Dalam setahun terakhir, harga saham SMBR anjlok hampir 70 persen. Namun dalam tiga bulan terakhir, harga saham SMBR telah naik 54 persen.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, tersangka lain Benny Tjokrosaputro yang juga bos PT Hanson International Tbk.  bahwa perusahaan asuransi itu pernah membeli saham-saham Grup Bakrie di harga tinggi.

Menurut Benny, jumlah saham Grup Bakrie yang dimiliki Jiwasraya lebih besar dibandingkan perusahaan yang dikendalikan atau terafiliasi dengan pihaknya.

Ke-10 saham Grup Bakrie itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY), PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP), PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA), dan PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN).

Sementara itu, Jiwasraya hanya memegang empat saham yang terafiliasi dengan Benny Tjokro, yakni PT Hanson International Tbk. (MYRX), PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY), dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK). Harga empat saham ini juga sudah mentok di Rp50.

Hingga akhir 2019, ekuitas Jiwasraya negatif Rp33,66 triliun. Selain saham, Jiwasraya juga memiliki aset properti yang tersebar di berbagai daerah. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan aset properti perseroan bernilai Rp6,7 triliun. Tapi aset-aset tersebut sulit dijual untuk membayar utang klaim sebesar Rp18 triliun. 

"Wuh, [kantor] gede-gede enggak ada orangnya, mau aku jual, tapi siapa mau beli? Asuransi itu enggak butuh banyak orang di daerah, orang itu cuma menunggu kalau ada nasabah mau bertanya atau apa," ujar Hexana dalam wawancara khusus bersama Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top