Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham INDF dan ICBP Kompak Naik Jelang RUPS

Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) naik 1,15 persen sedangkan anak usahanya, Indofood CBP Sukses Makmur naik 0,27 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  17:52 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) secara bersamaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada lusa, Rabu (15/7/2020).

Harga saham kedua emiten Grup Salim itu merangkak naik menjelang RUPS. Pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7/2020), saham INDF ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,15 persen atau 75 poin ke level Rp6.575. 

Pada hari ini, perdagangan saham INDF mencapai Rp43,46 miliar dengan total jual bersih asing sebesar Rp6,73 miliar. Aksi jual beli hampir imbang didominasi oleh investor dalam negeri dan luar negeri dengan broker yang paling aktif melakukan transaksi adalah UBS Sekuritas.

Di samping itu, saham ICBP juga parkir dengan penguatan tipis sebesar 0,27 persen atau 25 poin ke level Rp9.250 pada Senin (13/7/2020). Secara year-to-date, saham ICBP sudah mengalami penurunan 17,04 persen.

Saham ICBP ditransaksikan lebih rendah dibandingkan dengan induk usahanya INDF yakni Rp37,6 miliar dengan total jual bersih asing sebesar Rp2,17 miliar pada hari ini. Investor dalam negeri masih mendominasi pada perdagangan hari ini dengan broker yang paling banyak melakukan penjualan adalah Mandiri Sekuritas.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan secara teknikal INDF bergerak sideways dengan support pada level Rp6.340-Rp6.400 dan resisten pada level Rp6.775-Rp6.800. Sedang, ICBP masih berada pada fase uptrend dengan support pada Rp9.150-Rp9.250 dengan resisten pada level Rp9.600-Rp9.800.

“Investor dapat menggunakan level support dan resisten tersebut sebagai pertimbangan pembelian dan penjualan,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Michael Setjoadi melalui publikasi risetnya Rabu (8/7/2020), hanya merekomendasikan beli saham INDF dengan target harga Rp8.200 berkaca pada proyeksi price-to-earning ratio sebesar 11,7 kali dan price-to-book ratio sebesar 1,3 kali hingga akhir 2020.

Untuk saham ICBP, dia memberikan rating netral dengan target harga Rp10.000 dikarenakan proyeksi upside yang lebih rendah dibandingkan INDF dan price to earning ratio sebesar 20 kali hingga akhir 2020.  

Sebagai gambaran, salah satu agenda rapat yang akan dimintai persetujuannya oleh pemegang saham baik INDF dan ICBP pada rapat yang diselenggarakan lusa adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2019.

Dikutip dari data historis pembagian dividen di website masing-masing perseroan, sejak tahun 2011, baik INDF dan ICBP selalu membagikan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) 40-50 persen.

Jika perseroan masih berkomitmen membagikan dividen dengan rasio yang sama dengan tahun sebelumnya, INDF kemudian diprediksi akan membagikan dividen sekitar Rp2,45 triliun atau Rp279 per lembar saham. Sedang ICBP kemungkinan akan membagikan dividen sekitar Rp2,52 triliun atau Rp216 per lembar saham.

Kendati demikian, mungkin saja rasio pembayaran dividen ini akan tergerus mengingat ICBP akan meminta persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi Pinehill Company Limited (PCL) atau Grup Pinehill dengan nilai nominal sebesar US$2,99 miliar atau Rp42,96 triliun (asumsi US$1=Rp14.368) dalam rapat tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top