Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Capai Kuorum, Global Mediacom (BMTR) Akan Gelar RUPO Ketiga

RUPO hanya dihadiri sekitar 26,82 persen dari pemegang obligasi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  17:49 WIB
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) berbincang dengan Direktur PT Global Mediacom Tbk Syafril Nasution (dari kiri), Direktur PT MNC Land Tbk Erwin Richard Andersen, Direktur Utama PT MNC Investama Tbk Darma Putra, dan Direktur PT MNC Investama Tbk Tien, sebelum paparan publik MNC Group, di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) berbincang dengan Direktur PT Global Mediacom Tbk Syafril Nasution (dari kiri), Direktur PT MNC Land Tbk Erwin Richard Andersen, Direktur Utama PT MNC Investama Tbk Darma Putra, dan Direktur PT MNC Investama Tbk Tien, sebelum paparan publik MNC Group, di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) bakal menggelar lagi Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk ketiga kalinya.

Hal ini dikarenakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk Obligasi Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 yang digelar Kamis (2/7/2020), tidak memenuhi persyaratan kuorum kehadiran sehingga tidak dapat dilaksanakan.

“Selanjutnya akan diadakan RUPO ketiga dengan acara yang sama dengan RUPO kedua dalam batas waktu secepat-cepatnya 14 hari kalender dan selambat-lambatnya 21 hari kalender setelah RUPO kedua,” tulis notaris Aryanti Artisari dalam resume rapat, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/7/2020).

Dalam RUPO yang dihadiri perwakilan emiten dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tersebut, hanya sekitar 26,82 persen pemegang obligasi yang hadir dalam rapat tersebut dari total 850 juta obligasi yang belum dilunasi perseroan.

Adapun, perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang obligasi atas tiga hal yakni;

Pertama, mengubah jenis benda jaminan berupa saham yang menjadi jaminan obligasi, dengan tetap menjaga nilai benda jaminan obligasi sekurang-kurangnya 125 persen dari nilai pokok obligasi.

Kedua, pemenuhan perubahan jaminan obligasi dilakukan emiten selambat-lambatnya pada tanggal batas waktu pemenuhan perubahan jaminan sukuk ijarah yang akan diputuskan pada saat RUPO.

Ketiga, memberikan kuasa kepada Wali Amanat untuk menghadap notaris, melakukan perubahan perjanjian perwaliamanatan, dan penandatangan perubahan perjanjian perwaliamanatan beserta akta-akta atau dokumen-dokumen lainnya yang berkaitan dengan perubahan jaminan obligasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global mediacom
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top