Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Ini Strategi Bursa Efek Ramaikan Pasar Semester II/2020

Regulator tengah mengkaji pengembalian perdagangan seperti sediakala, mulai dari pre-opening sampai dengan pembatasan auto-reject.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  16:08 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA –  Memasuki paruh kedua tahun ini, pasar modal Indonesia dibayangi oleh penurunan kinerja. Lantas strategi apa tengah disiapkan otoritas bursa?

Dari sisi domestik musim pembagian dividen akan berakhir. Sementara dari sisi global, investor asing tengah harap-harap cemas dengan perselisihan antara China dengan Amerika Serikat sekaligus pemilu disana.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan pihaknya dan regulator tengah mengkaji pengembalian perdagangan seperti sediakala. Hal itu dimulai dari pre-opening sampai dengan pembatasan auto-reject.

“Volatilitas telah berkurang dan bila sudah disetujui akan kami kembalikan seperti sebelum pandemi. Mengubah ini akan memerlukan waktu jadi masih kami proses dengan stakeholders,” katanya Selasa (30/6/2020).

Laksono menambahkan dalam diskusi itu tidak disebutkan adanya pengembalian jam dagang. Menurutnya saat ini, hal tersebut belum menjadi urgensi pelaku industri pasar modal. Pasalnya, secara historis grafik perdagangan IHSG selalu ramai pada saat pembukaan dan penutupan sehingga tidak terlalu berpengaruh.

BEI, lanjutnya, belum ada rencana melakukan upaya khusus untuk mencegah dana asing keluar terkait kepanikan akan gelombang covid-19 dan pemilu di Amerika Serikat. Menurutnya hal itu hanyalah fase yang biasa terjadi sehingga tidak perlu tindakan spesifik.

“Kami tidak perlu melakukan tindakan khusus karena ini terkait permintaan dan pasokan. Kami hanya perlu menjaga sarana dan prasarana perdagangan saham tetap teratur,” imbuhnya.

Sementara itu, Hasan Fawzi Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia menambahkan bahwa pada Agustus mendatang pihaknya bakal meluncurkan indeks saham anyar yakni IDXESG30.

Menurutnya, konstituen indeks itu hanya akan berisi 30 perusahaan yang lolos penilaian dan kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG). “Kami berharap indeks ini tidak hanya akan menarik investor domestik tapi juga asing karena tren investasi saat ini mensyaratkan ESG,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top