Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Ace Hardware (ACES) Tertekan, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Pemulihan secara penuh diperkirakan akan terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 15 persen.
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware./aceharware.co.id
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware./aceharware.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati mencatatkan kinerja keuangan yang moncer sepanjang kuartal pertama tahun ini, analis memperbaharui proyeksi kinerja dalam tiga kuartal sisa dari emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES).

Misal, RHB Sekuritas menurunkan proyeksi pendapatan Ace Hardware sebesar 7 hingga 14 persen dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19 dan asumsi produktivitas yang rendah.

Penjualan pada kuartal kedua diperkirakan akan turun 20 hingga 30 persen secara tahunan akarena 25-40 persen gerai emiten bersandi saham ACES itu ditutup selama dua bulan. Penutupan tersebut memiliki dampak besar kendati kinerja gerai (same store sales growth/SSSG) hanay turun 7,6 persen secara tahunan sepanjang 5 bulan pertama tahun ini.

Analis Michael Setjoadi mengatakan perseroan telah membuka delapan toko baru, dan menutup dua outlet pada bulan Juni. Sekitar 42 persen outlet tutup pada bulan April sedangkan 25 persen outlet tutup pada bulan Mei.  

“Hanya dalam beberapa bulan terakhir, ACES telah sepenuhnya membuka kembali semua outletnya. Sehingga, kita harus melihat kapasitas tenaga penjualan penuh pada kuartal tiga tahun 2020,” tulisnya dalam riset Selasa (30/6/2020).  

Bagi Michael, perolehan kuartal satu perseroan mencapai 28 persen dari total omzet yang diperkirakan sekuritas pada tahun ini. Hal ini didukung margin kotor ekspansi karena beragamnya produk yang dijual.

Untuk kinerja periode awal tahun, ACES juga menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2019 yang sudah direklasifikasi sesuai standar International Financial Reporting Standard 16 (IFRS 16) yang secara garis besar memudahkan analisa penyesuaian kinerja sebelum dan sesudahnya.

“Kami awalnya berharap pertumbuhan gerai (SSSG) sebesar 4-5 persen untuk tahun 2020 sebelum pandemi Covid-19 dengan 15 pembukaan toko baru,” ungkapnya.

Dengan perkiraan saat ini, sekuritas menurunkan tingkat SSSG menjadi 3 persen, dengan pembukaan total 12 toko baru pada tahun ini.

Dengan upaya efisiensi operasional yang dibuat perseroan, level leverage operasional perseroan dianggap masih stabil. Oleh karena itu, margin bersih perseroan tahun 2020 ini diharapkan hanya terkontraksi 50 basis poin.

Dengan begitu, Michael masih bertahan dengan rekomendasi netral saham ACES dengan target harga Rp1.600, mempertimbangkan price-to-earning ratio hingga akhir 2020 sebesar 29,03 kali dan price-to-book ratio sebesar 4,9 kali.

Pemulihan secara penuh akan terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 15 persen dibandingkan dengan tahun 2019 mengingat target pasar ACES adalah masyarakat menengah ke atas yang kurang berpengaruh sedikit berpengaruh terhadap penurunan daya beli.

Sebagai catatan, perseroan membukukan total penjualan bersih Rp1,97 triliun, bertumbuh 4,53 persen dibandingkan  capaian periode tahun lalu dalam laporan keuangan yang telah direklasifikasi. Dari situ, laba bersih perseroan pun ikut tumbuh 3,9 persen secara year-on-year menjadi Rp245,68 miliar.

Sebelumnya, Corporate Secretary Ace Hardware Indonesia Helen Tanzil mengungkap bahwa perseroan memprediksi capaian positif pada kuartal pertama kemungkinan besar tidak bisa diraih pada kuartal kedua tahun ini.

“Sebetulnya jawaban survey BEI tersebut mencerminkan apa yang terjadi sejak pandemi di bulan Maret, yang diperkirakan berlanjut hingga ke kuartal kedua. Sepertinya akan berat sekali untuk mencatatkan pertumbuhan penjualan positif di kuartal kedua,” katanya kepada Bisnis, Senin (29/6/2020).

Untuk diketahui, sebelumnya Ace Hardware memperkirakan total pendapatan dan laba bersih untuk periode yang berakhir Maret 2020 akan menurun hingga 25 persen karena pandemi memaksa perseroan untuk membatasi hingga bahkan menutup beberapa gerai operasionalnya.  

Helen pun menerangkan bahwa hingga saat ini perseroan telah membuka 8 gerai baru dari target awal tahun pembukaan 15 gerai baru hingga akhir tahun. Ace Hardware menilai jika situasi perekonomian tetap tidak kondusif, ada kemungkinan rencana ekspansi akan ditunda atau diperlambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper