Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Digital Kedatangan Netflix Cs, Bagaimana Strategi Telkom?

Direktur Digital Business Telekomunikasi Indonesia Fajrin Rasyid menyatakan bahwa kedatangan perusahaan global seperti Netflix, Google, dan Alibaba ke Indonesia bukanlah ancaman.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  22:14 WIB
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah (dari kiri) berbincang dengan Direktur Digital Business Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Wholesale & International Service Dian Rachmawan dan Direktur Consumer Service FM Venusiana R seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah (dari kiri) berbincang dengan Direktur Digital Business Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Wholesale & International Service Dian Rachmawan dan Direktur Consumer Service FM Venusiana R seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. optimistis dapat bersaing dengan perusahaan digital dunia yang mulai merambah pasar Indonesia.

Direktur Digital Business Telekomunikasi Indonesia Fajrin Rasyid menyatakan bahwa kedatangan perusahaan global seperti Netflix, Google, dan Alibaba ke Indonesia bukanlah ancaman. Menurutnya, berbagai perusahaan itu bukanlah sepenuhnya pesaing di industri digital.

“Tidak harus [melihat] bahwa mereka sebagai musuh. Yang penting ketika melihat suatu company, dari internal kami apa sih yang menjadi strength and weakness, kemudian identify dan ketika kami ekspansi bisnis, bagaimana kemudian kami bisa melakukan hal tersebut,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Dia menjelaskan ekosistem industri digital ke depan akan mengalami perubahan dengan cepat. Perusahaan digital saat ini memiliki kecenderungan untuk berekspansi maupun berpindah bidang industri.

Fajrin mencontohkan Gojek yang semua berfokus sebagai perusahaan ride sharing, kini mulai berubah. Gojek juga mulai memiliki jasa lain seperti pembayaran hingga penjualan tiket.

Dengan karakteristik tersebut, menurutnya persaingan di industri tersebut juga melibatkan kerja sama di antara para pelaku usaha. Dengan demikian, Fajrin menyampaikan perseroan memandang iklim yang terjadi di industri digital adalah "coopetition" alias kooperasi dan kompetisi.

"Apa yang kami harus lakukan dengan kondisi di mana orang move atau expand industri begitu cepat? Saya senang dengan istilah coopetition, cooperation plus competition," ujarnya.

Menurutnya, dengan iklim seperti itu perseroan tidak mesti melakukan pengembangan layanan sendiri. Perseroan bisa bekerja sama dengan mitra ataupun pesaing lain untuk mengembangkan layanan tersebut. Selain itu, hal ini dapat dilakukan dengan investasi dan akuisisi.

Dia mengatakan perseroan cukup percaya diri untuk menghadapi iklim industri digital yang kedatangan pesaing asing. Pasalnya, dia menilai perseroan juga memiliki beberapa layanan yang ditawarkan oleh para perusahaan asing tersebut.

“Saya tidak bahas spesifik perusahaannya, tapi Telkom saat ini sudah memiliki layanan-layanan yang ada, contohnya layanan data center dan ini sudah dikembangkan sejak lama,” katanya.

Selain itu, dia percaya diri Telkom dapat bersaing karena memiliki layanan paling lengkap di industri digital. Hal itu dianggap sebagai nilai tambah utama yang tidak dimiliki para pesaing lainnya.

“Salah satu kelebihan Telkom adalah kami memiliki layanan yang boleh dibilang end to end mulai dari connectivity platform sampai services. Hal yang kami gunakan sebagai value added dan kami datang kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, posisi perseroan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memberikan nilai tambah untuk peluang pengembangan bisnis di masa mendatang. Dia menilai peluang kerja sama antara Telkom dengan berbagai BUMN lain sangatlah terbuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom digital Emiten Telekomunikasi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top