Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beli Kapal dan Genjot Sistem IT, Temas (TMAS) Rogoh Kocek Rp650 Miliar

Temas akan membeli kapal baru untuk menggenjot produktivitas pengangkutan barang. Di samping, sistem teknologi informasi juga ditingkatkan guna mengembangkan sistem booking online.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  14:31 WIB
KM Selat Mas, kapal kontainer yang dikelola oleh PT Temas Tbk. - temasline.com
KM Selat Mas, kapal kontainer yang dikelola oleh PT Temas Tbk. - temasline.com

Bisnis.com, JAKARTA –Emiten pelayaran PT Temas (TMAS) siap merogoh kocek untuk pembelian kapak dan pengembangan sistem teknologi informasi guna menggenjot kinerja.

Direktur Keuangan Temas Ganny Zheng mengatakan perseroan perlu mengganti armada dengan kapal yang lebih muda sehingga kinerja pengangkutan lebih produktif. Emiten bersandi saham TMAS itu mengalokasikan belanja modal Rp550 miliar untuk pembelian kapal baru. 

“Rencananya pada tahun ini perusahaan akan membeli sekitar enam hingga delapan unit kapal baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya dalam paparan publik secara online, Kamis (25/6/2020).

Menurut Ganny, kapal bar akan digunakan untuk melayani trayek tol laut. Saat ini, TMAS menjadi operator trayek tol laut dengan rute Surabaya-Fakfak-Kaimana-Timika-Agats-Boven Digul.

Di samping membeli kapal baru, TMAS juga akan menjual kapal-kapal yang berusia uzur dan tidak produktif. Tahun lalu, TMAS telah menjual dua unit kapal.

Berdasarkan data perseroan, armada TMAS berjumlah 34 kapal dengan kapasitas angkut 25.785 TEUs (twenty foot equivalent unit). Rata-rata umur kapal perseroan mencapai 6 tahun. Kapal paling tua berusia 23 tahun sedangkan paling gres berumur 1 tahun.

Sementara itu, Direktur PT Temas Seng Eng Iskandar mengatakan, TMAS juga akan melakukan pengembangan sistem IT perusahaan. Pengembangan ini meliputi pembaruan teknologi dalam kegiatan operasional perusahaan, membuat sistem booking online untuk klien, memperkuat keamanan sistem informasi, dan aspek lain.

Iskandar melanjutkan, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp100 miliar untuk pengembangan sistem ini. Hal ini dinilai vital untuk kelangsungan dan perkembangan usaha ke depannya.

“Selain untuk mempermudah fungsi kontrol perusahaan, peningkatan sistem ini juga dilakukan agar klien perusahaan dapat dengan mudah berkomunikasi dan melakukan booking secara online,” kata Iskandar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

temas line
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top