Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.160, Rupiah Terapresiasi di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.160 per dolar AS, menguat 105 poin atau 0,74 persen dari posisi Rp14.265 pada Selasa (23/6/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  10:45 WIB
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.160 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (24/6/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.160 per dolar AS, menguat 105 poin atau 0,74 persen dari posisi Rp14.265 pada Selasa (23/6/2020).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 19 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.142 per dolar AS pukul 10.02 WIB dibandingkan level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 26 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.135 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran 14.110 – 14.157 per dolar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah tipis di 12 point di level 14.161 dari penutupan sebelumnya di level 14.149. 

“Dalam perdagangan hari ini kemungkinan rupiah akan dibuka melemah namun di penutupan, mata uang garuda akan kembali menguat terbatas di range 14.145-14.180,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2020).

Ibrahim menyebut sejumlah faktor akan mewarnai pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Dari global, selain pandemi virus corona,  dunia juga harus menghadapi masalah yang tidak kalah pelik yaitu friksi AS-China. Bukan tidak mungkin, perang dagang kedua negara bisa meletus lagi seperti tahun lalu.

Dari dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kurang menggembirakan bagi pasar. Perkiraan resesi yang didorong oleh potensi kontraksi di tiga kuartal berturut-turut bukan hal yang menggembirakan bagi pelaku pasar.

Namun pemerintah optimis tidak akan terjadi kontraksi produk domestik bruto (PDB) secara kuartalan. Pasalnya pemerintah telah berupaya memperpanjang stimulus berupa bansos dan BLT sampai akhir tahun 2020 sehingga konsumsi masyarakat masih akan terjaga apalagi. Terlebih,  pusat perdagangan seperti pasar, mal dan perkantoran sudah kembali dibuka.

Sementara itu, indeks dolar, yang melacak pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau melemah 0,006 poin atau 0,01 poin ke posisi 96,640 pada pukul 10.33 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak dalam kisaran level 96,550 – 96,666.\

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
24 JuniRp14.160
23 JuniRp14.265
22 JuniRp14.209
19 JuniRp14.242
18 JuniRp14.186
17 JuniRp14.234

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top