Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagal Bayar Obligasi, Pefindo Berikan Peringkat Selective Default untuk Tiphone Mobile (TELE)

Pefindo menyematkan peringkat kredit idSD atau selective default untuk Tiphone Mobile Indonesia dan menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 menjadi idD.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  14:31 WIB
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk.  - tiphone.co.id
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. - tiphone.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi likuiditas PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. yang tertekan membuat PT Peringkat Efek Indonesia mempertahankan peringkat kredit selective default untuk perseroan.

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat kredit idSD atau selective default untuk Tiphone Mobile Indonesia. Selain itu, lembaga pemeringkat itu menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 dari idCCC menjadi idD.

Analis Pefindo Ayuningtyas Nur Paramitasari dan Christyanto Wijaya menjelaskan bahwa penurunan peringkat merefleksikan kegagalan emiten berkode saham TELE itu dalam membayar kupon obligasi yang jatuh tempo pada, Jumat (19/6/2020), senilai Rp19 miliar.

Adapun, Pefindo juga menegaskan peringkat Obligasi Berkelanjutan I/2016-2017 TELE di level idCCC.

“Kami beranggapan bahwa kondisi likuiditas perusahaan masih sangat tertekan seiring dengan menurunnya pendapatan dan perputaran piutang yang lebih panjang akibat dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya Tim Pefindo melalui siaran pers yang dikutip, Senin (22/6/2020).

Tim Analis Pefindo melihat adanya risiko refinancing yang sangat tinggi terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017 senilai Rp231 miliar yang jatuh tempo, Senin (22/6/2020).

Peringkat perusahaan dan obligasi TELE yang masih beredar dapat diturunkan menjadi idD apabila perseroan tidak dapat melakukan pembayaran terhadap kewajiban keuangannya secara tepat waktu.

Pefindo menjelaskan bahwa obligor dengan peringkat selective default menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo. Hal itu baik atas kewajiban yang telah diperingkat maupun tidak diperingkat, tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.

“Efek utang diberi peringkat idD pada saat gagal bayar, atau gagal bayar atas efek utang terjadi dengan sendirinya pada saat pertama kali timbulnya peristiwa gagal bayar atas efek utang tersebut,” papar Pefindo.

Pefindo menambahkan efek utang dengan peringkat idCCC pada saat ini rentan untuk gagal bayar dan tergantung kepada kondisi bisnis dan keuangan yang lebih menguntungkan untuk dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya atas efek utang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi peringkat utang tiphone
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top