Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Angka Pengangguran Naik, Dolar Australia Melemah

Akibat data pengangguran, nilai tukar dolar Australia mengalami pelemahan. Hingga pukul 11.41 waktu Sydney, dolar Australia terpantau di angka 68,42 per sen AS.
Kegiatan konstruksi gedung di Australia/ Bloomberg
Kegiatan konstruksi gedung di Australia/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat pengangguran di Australia meningkat seiring dengan pembatasan yang dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona.

Kebijakan ini melumpuhkan ekonomi Australia sehingga memicu jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan. 

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (18/6/2020), data pemerintah Australia menyebutkan angka pengangguran pada bulan April naik ke angka 7,1 persen dari sebelumnya 6,4 persen. Sementara itu, jumlah lapangan kerja juga anjlok dari 607.400 menjadi 227.700.

Akibat data tersebut, nilai tukar dolar Australia mengalami pelemahan. Hingga pukul 11.41 waktu Sydney, dolar Australia terpantau di angka 68,42 per sen AS.

Data tersebut dirilis seiring dengan pernyataan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia, yang menyatakan potensi kontraksi ekonomi akan lebih dangkal dari perkiraan sebelumnya. Hal tersebut didukung oleh pelonggaran lockdown dan pembukaan kembali kegiatan ekonomi di Australia.

Bank sentral Australia juga menyebutkan, dukungan dari pemerintah membuat beban ekonomi yang ditanggung oleh para pekerja yang mengalami penurunan penghasilan dan para pengangguran menjadi lebih ringan.

“Keluarga yang telah menerima pembayaran jaminan kesejahteraan telah menerima dana tambahan. Peningkatan program JobKeeper dan kenaikan pembayaran dari program JobSeeker juga mendukung penerimaan masyarakat,” demikian pernyataan bank sentral Australia.

Sementara itu, jumlah pengangguran berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut. Perusahaan penerbangan Qantas Airways Ltd telah merumahkan 30.000 tenaga kerjanya pada Maret lalu. Hal serupa juga dilakukan oleh Virgin Australia Holdings Ltd yang merumahkan 80 persen dari total tenaga kerja yang dimiliki.

Perusahaan lain yang melakukan kebijakan serupa adalah Star Entertainment Group Ltd. Perusahaan tersebut telah merumahkan 90 persen dari 9.000 karyawan yang dimiliki.

Penutupan kegiatan ekonomi yang dilakukan setelah penyebaran virus Corona telah mempengaruhi kepercayaan konsumen dan pelaku bisnis yang anjlok. Kepercayaan konsumen saat ini hampir kembali ke level sebelum terjadinya virus Corona, sedangkan indeks kepercayaan pelaku usaha mulai menunjukkan tren kenaikan.

Naiknya keyakinan tersebut disebabkan oleh upaya pemerintah Australia dalam menekan angka penyebaran kasus virus Corona. Australia menargetkan pembukaan kegiatan ekonomi akan dilakukan secara penuh pada bulan depan, dengan tetap menutup akses ke negara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper