Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Menghijau, Tarik Ulur Jual-Beli Investor Masih Kuat

Pada menit pertama perdagangan hari ini, IHSG melompat 0,43 persen ke level 5.008,11 atau bertambah 21,66 poin. Hal ini melanjutkan tren yang terjadi pada hari sebelumnya, di mana IHSG menguat 3,53 persen ke level 4.986,45.
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada hari ini. Namun, penguatan bersifat terbatas lantaran tarik ulur jual dan beli investor.

Pada menit pertama perdagangan hari ini, IHSG melompat 0,43 persen ke level 5.008,11 atau bertambah 21,66 poin. Hal ini melanjutkan tren yang terjadi pada hari sebelumnya, di mana IHSG menguat 3,53 persen ke level 4.986,45.

Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menguat. Sebanyak 192 saham masuk ke zona hijau, sementara 23 saham terperosok ke zona merah. Adapun, 102 saham lainnya stagnan.

Dana yang masuk ke pasar saham dalam pembukaan perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp43 triliun. Hal ini membuat kapitalisasi pasar IHSG mencapai 5.810 triliun, naik dari posisi 5.767 triliun pada penutupan kemarin.

Penguatan IHSG, pada awal pembukaan perdagangan tak bertahan lama. Memasuki menit kesembilan, IHSG justru masuk ke zona merah. Indeks turun 0,27 persen ke level 4.972,75.

Emiten seperti perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang sempat menguat, berbalik masuk ke zona merah.

Tak lama kemudian, jelang 15 menit pertama perdagangan, IHSG justru kembali menguat 0,3 persen menuju level 5.000-an. Saham-saham perbankan, mulai kembali menghijau.

Saham BBRI menjadi salah satu penopang utama IHSG dengan penguatan mencapai 0,64 persen ke level Rp3.150 per saham. Sementara itu, saham BBNI dan BMRI menguat masing-masing 0,87 persen dan 1 persen.

Pemberat laju indeks adalah saham TLKM yang tak mampu keluar dari zona merah. Melemah 0,62 persen pada menit pertama perdagangan, TLKM tercatat masih melemah 0,31 persen ke level Rp3.190 per saham pada pukul 09.15 WIB.

Aksi jual bersih investor asing menjadi faktor yang menyebabkan penguatan IHSG cenderung terbatas. Dalam 15 menit pertama perdagangan, jual bersih investor asing mecnapai sekitar Rp150 miliar.

TLKM dan BBRI menjadi dua saham yang menjadi sasaran utama jual bersih investor asing. TLKM terkena jual bersih investor asing sebesar Rp85,4 miliar, sementara RpBBRI 19,9 miliar.

IHSG masuk jajaran bursa saham di Asia yang mengalami penguatan pada pagi hari ini. Sebelumnya, indeks Kospi Korea Selatan dan S&P/ASX 200 juta juga menguat masing-masing 0,2 persen.

Sementara itu, indeks Topix Jepang mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen. Adapun indeks berjangka S&P 500 bergerak naik 0,1 persen hingga pukul 09.01 waktu Tokyo, Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper