Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komisaris Anyar Siap Dukung Sierad Produce (SIPD) Jadi 3 Besar di Indonesia

Theo resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen Sierad Produce dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Rabu (17/6/2020). Pria yang juga menjabat komisaris independen di tiga perusahaan lain itu membocorkan beberapa tugas yang diemban.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  10:48 WIB
Komisaris Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Theo Lekatompessy memberikan paparan pada Leaders Day di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta, Selasa (7/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Komisaris Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Theo Lekatompessy memberikan paparan pada Leaders Day di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta, Selasa (7/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Theo Lekatompessy akan mendukung seluruh jajaran PT Sierad Produce Tbk. dalam mengejar ambisi untuk menjadi perusahaan perunggasan tiga besar di Indonesia.

Theo resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen Sierad Produce dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Rabu (17/6/2020). Pria yang juga menjabat komisaris independen di tiga perusahaan lain itu membocorkan beberapa tugas yang diemban.

Dia menuturkan isu utama yang dibawah yakni kebangkitan kembali perseroan dengan wajah berbeda. Pihaknya akan mendukung seluruh jajaran lainnya di SIPD.

“Untuk mendorong bagaimana perseroan bisa menjadi 3 besar di Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (17/6/2020).

Theo mengatakan akan berembus bersama untuk membahas apakah ambisi tersebut harus dicapai dengan strategi yang baru, struktur bisnis yang lain, dan sistem kerja yang berbeda. Menurutnya, ada kemungkinan pembibitan, penggemukan, dan pemotongan ayam tidak lagi menjadi bisnis inti SIPD dalam 5 tahun yang akan datang.

“Yang membuat saya optimistis adalah SIPD saat ini mempunyai tim manajemen yang solid, komisaris yang kuat, dan pemegang saham yang commited,” ujarnya.

Sepanjang kariernya selama 37 tahun, Theo menuturkan hanya fokus kerja di dua jenis perusahaan yakni perusahaan keluarga dan perusahaan patungan atau joint venture. Tantangan yang dihadapi menurutnya berbeda.

Untuk perusahaan keluarga, tantangan yang dihadapi suksesi generasi atau isu lainnya profesionalisasi manajemen. Tujuannya, agar perusahaan bisa langgeng dan lestari.

Adapun, tantangan di perusahaan patungan isinya lebih banyak mengelola pemangku kepentingan atau managing stakeholders meliputi pemegang saham, kantor pusat dan Indonesia, relasi dengan regulator dan publik, dan lain-lain.

Direktur Utama Sierad Produce Tomy Wattemena Widjaja menyampaikan dengan adanya Theo sebagai komisaris SIPD, diharapkan perusahaan semakin berkembang. Tentunya dengan pengalaman yang mumpuni, dia dapat memberikan masukan terutama di sektor finansial.

"Harapan ke depannya Seirad semakin berkembang dan Pak Theo dapat memberikan masukan utamanya di sektor finansial," ungkapnya kepada Bisnis.

Lebih lanjut Tommy memaparkan bahwa tahun 2020 dimanfaatkan oleh perseroan untuk mengeluarkan inovasi strategis dalam mengembangkan usahanya.

"Tahun ini kami berhasil menerapkan Halal Blockchain di Rumah Potong Ayam. Inovasi ini merupakan transformasi digital atas integritas dan transparansi data pada proses di Rumah Potong Ayam Perseroan sehingga selain jaminan kualitas produk," paparnya.

Selain itu, kerja sama yang dibangun dengan PT Great Giant Pineapple dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pakan dengan menggunakan teknologi baru dalam bentuk ekstrak alami buah nanas (Bromelain) mampu meningkatkan berat badan ayam dan menurunkan tingkat kematian. Inovasi ini juga dapat memberikan efisiensi atas biaya produksi.

KLUB SEPAK BOLA

Sementara itu, Theo menganalogikan pengalamannya di berbagai perusahaan seperti melatih klub sepak bola. Ada klub kapal, klub bangunan, klub pakan ternak, dan juga di negara yang berbeda.

“Pada prinsipnya sama saja. Bottom line bagi para pemain adalah fokus untuk menang dan membuat gol, jelasnya capai target laba, penjualan, serta bisa mengalahkan pesaingnya,” tuturnya.

Lakon pelatih menurutnya berbeda dengan pemain tetapi tugas yang dimiliki diberbagai klub sama. Mereka menentukan strategi agar klub tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi harus memenangkan kompetisi dan menciptakan perusahaan yang besar.

“Juga harus main cantik agar penonton suka dan tidak kena kartu merah dari wasit. Dalam istilah manajemennya, comply terhadap good corporate governance dan jalan corporate social responsibility dengan baik,” paparnya.

Theo membeberkan adanya perbedaan antara menjadi direksi dan komisaris di suatu perusahaan. Pengalamannya menduduki kursi direksi selama 20 tahun, lakon yang dijalaninya seperti penyerang dalam pertandingan sepak bola.

Sebagai penyerang, lanjut dia, harus membuat gol agar menang tetapi saat tertentu dituntut menjadi penghubung yang mengumpan bola atau bek yang bertahan atas serangan musuh.

Komisaris memiliki peran yang berbeda. Lakon yang harus dijalani sebagai pelatih sepak bola yakni memberikan visi, pencerahan, semangat, dan memonitor atau mengingatkan pemain.

“Juga sebagai ayah atau kakak atau rekan diskusi bagi yang memerlukannya. Jadi, [komisaris dan direksi] memang dua lakon yang berbeda,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisaris unggas Sierad Produce
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top