Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Menguat Jelang Rilis Data Perdagangan, Properti Termoncer

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG menguat 0,39 persen atau 18,82 poin ke level 4.899,18 pada pukul 09.17 WIB dari level penutupan sebelumnya.
Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyabet momentum penguatannya kembali pada awal perdagangan hari ini, Senin (15/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG menguat 0,39 persen atau 18,82 poin ke level 4.899,18 pada pukul 09.17 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2020), IHSG mampu rebound dan berakhir di level 4.880,36 dengan kenaikan 0,53 persen atau 25,6 poin, setelah tertekan di zona merah tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Sebelum melanjutkan penguatannya, pergerakan indeks terpantau sempat terseok-seok dengan naik hanya 0,04 persen atau 1,86 poin ke level 4.882,22 pada Senin pukul 9.00 WIB. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.870 – 4.912,47.

Sebanyak 7 dari 9 sektor dalam IHSG bergerak positif, dipimpin properti (+2,06 persen) dan infrastruktur (+1,32 persen). Sebaliknya, indeks finansial dan aneka industri masing-masing turun 0,23 persen dan 0,03 persen.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang naik 2,97 persen dan 0,44 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Berbanding terbalik dengan IHSG, mayoritas indeks saham di Asia tampak tertekan di zona merah, antra lain indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing terkoreksi 0,18 persen dan 0,60 persen.

Kemudian, indeks Hang Seng Hong Kong (-0,37 persen), indeks Shanghai Composite China (- 0,20 persen), dan Kospi Korea Selatan (-0,21 persen).

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG berpeluang melemah pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan Jumat (12/6), bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat setelah turun tajam sehari sebelumnya.

Meski demikian, bursa AS tetap mencatatkan penurunan secara mingguan tertinggi sejak 20 Maret. Secara mingguan, Dow melemah -5.55%, S&P 500 turun -4.8%, dan Nasdaq turun -2.33%.

Pasar dinilai masih khawatir dengan kenaikan kembali kasus Covid-19 dan outlook ekonomi yang kurang baik menurut bank sentral AS The Fed.

“Begitu pula pandangan serupa dari Chief Economist IMF yang melihat pemulihan ekonomi global lebih lambat dari perkiraan dan kemungkinan pada 24 Juni akan menyampaikan proyeksi kontraksi global yang akan lebih dalam dari proyeksi April sebesar -3 persen,” tulis Samuel Sekuritas.

“Pasar juga menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 17-18 Juni ini, dimana kami memperkirakan BI berpeluang kembali memotong suku bunga,” tambahnya, melalui publikasi riset harian.

Di sisi lain, Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan pada hari ini.

“Sentimen pergerakan nilai tukar rupiah serta fluktuasi harga komoditas juga akan turut memberikan sentimen pada pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” tulis Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya.

“IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 4.698 – 4.996 pada perdagangan hari ini,” tambahnya melalui riset yang diterima Bisnis.

Nilai tukar rupiah terpantau rebound dan menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp14.053 per dolar AS, seiring dengan melemahnya indeks dolar AS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper