Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagal IPO, WeWork Kembali Digugat Investornya

Para investor melayangkan gugatan kepada WeWork dengan tuduhan bahwa perseroan telah "menipu" calon investor pada masa penjatahan . Perseroan disebut terlalu membesar-besarkan konsep transformasi bisnis ruang kerja (workspace) untuk dapat menjual saham yang bernilai ratusan juta dolar AS.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  16:20 WIB
Wework
Wework

Bisnis.com, JAKARTA – Polemik gagalnya penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) start-up asal Amerika Serikat, WeWork, memasuki babak baru.

Para investor melayangkan gugatan kepada WeWork dengan tuduhan bahwa perseroan telah “menipu” calon investor pada masa penjatahan . Perseroan disebut terlalu membesar-besarkan konsep transformasi bisnis ruang kerja (workspace) untuk dapat menjual saham yang bernilai ratusan juta dolar AS.

Dilansir dari Bloomberg, gugatan tersebut dimasukkan secara berkelompok oleh para investor yang telah membeli saham WeWork sebelum akhirnya IPO WeWork dibatalkan pada September 2019.

Para investor ini menyebut bahwa direksi dan para eksekutif di WeWork telah memberikan informasi yang berlebihan mengenai rencana bisnis ke depan. Hal itu merujuk pada pernyataan kerugian yang menimpa perseroan dalam aksi bakar uang justru disebut sebagai pengeluaran investasi strategis yang akan mendatangkan laba di kemudian hari.

“Seperti yang terungkap kemudian, WeWork terlibat dalam pemborosan pengeluaran dan strateginya terlalu nekat untuk meningkatkan pertumbuhan. Hal ini tidak sesuai dengan desain pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan malah mengambil dana dari investor pada valuasi yang amat tinggi,” tulis surat gugatan tersebut, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (4/6/2020).

Adapun beberapa nama direksi WeWork dan pihak Softbank Group disebutkan dalam surat gugatan tersebut. Sejauh ini, pihak WeWork masih belum meberikan konfirmasi. Softbank Group merupakan investor We Work dengan kepemilikan sepertiga saham We Company.

Tahun lalu, perusahaan induk WeWork, We Company, mengajukan penundaan rencana IPO sepekan setelah startup office sharing tersebut memecat CEO Adam Neumann yang juga merupakan pendiri WeWork. Hal ini menjadi sinyal bahwa era bakar-uang oleh perusahaan rintisan telah berakhir.

Menurut prospektus IPO-nya, We Company memiliki kas dan setara kas sekitar US$2,5 miliar pada 30 Juni 2019. Namun, ketika pendapatan naik dua kali lipat menjadi hampir US$1,8 miliar pada 2018, kerugiannya juga lebih dari dua kali lipat yakni mencapai US$1,9 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo WeWork
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top